Daily News 20/03
March 20, 2015 No. 961
AKRA - Kinerja FY 2014
PT AKR Corporindo (AKRA) membukukan kenaikan laba bersih 2014 sebesar 25%Yoy menjadi Rp 810.1 Miliar Vs Rp 648.25 Miliar pada 2013 kendati pendapatan hanya tumbuh 0.6%Yoy menjadi Rp 22.47 Triliun. Laba operasi AKRA tercatat naik 38.5%Yoy menjadi Rp 1.06 Triliun tahun lalu.
CPGT - Pengembangan perusahaan
Terra Investment Holding Limited pemegang saham mayoritas 58.52% PT Cipaganti Citra Graha (CPGT) dalam RUPSLB yang digelar pada 20 Maret memutuskan akan mengganti nama perusahaan menjadi PT Citra Mahardika Nusantara Corpora. Selain itu, kantor CPGT yang berpusat di Bandung, Jawa Barat akan dipindahkan ke Jakarta Selatan. Selain itu, Terra juga memutuskan untuk mengurangi jumlah komisaris dan direksi. RUPSLB juga memutuskan penambahan modal dasar dari semula sekitar Rp 620 Miliar akan ditambah lagi sebesar Rp 880 Miliar sehingga mencapai Rp 1.5 Triliun.
GIAA - Kinerja FY 2014
PT Garuda Indonesia (GIAA) membukukan rugi bersih US$ 372 Juta tahun lalu Vs laba bersih US$ 11 Juta pada 2013 lalu. Pendapatan tahun lalu naik 5.9%Yoy menjadi US$ 3.93 Miliar Vs US$ 3.71 Miliar pada 2013.
INDF - Kinerja FY 2014
PT Indofood Sukses Makmur (INDF) membukukan kenaikan laba bersih 2014 sebesar 55.2%Yoy menjadi Rp 3.89 Triliun Vs Rp 2.5 Triliun pada 2013 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan penjualan sebesar 14.3%Yoy menjadi Rp 63.59 Triliun. Laba operasi tercatat naik 17.9%Yoy menjadi Rp 7.21 Triliun.
ICBP - Kinerja FY 2014
PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) membukukan kenaikan laba bersih 2014 sebesar 17%Yoy menjadi Rp 2.6 Triliun Vs Rp 2.22 Triliun pada tahun 2013. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan penjualan sebesar 19.6%Yoy menjadi Rp 30 Triliun. Laba operasi tercatat naik 12.9%Yoy menjadi Rp 3.13 Triliun.
MPMX - Kinerja FY 2014
PT Mitra Pinasthika Mustika (MPMX) membukukan penurunan laba bersih 2014 sebesar 14% Yoy menjadi Rp 487 Miliar Vs 564 Miliar pada tahun 2013 kendati membukukan kenaikan pendapatan sebesar 16% menjadi Rp 16.1 Triliun. Laba operasi tercatat turun sebesar 4% menjadi Rp 867.4 Miliar.