Daily News 23/03

March 23, 2015 No. 962
ASRI - Marketing sales

PT Alam Sutera Realty (ASRI) menargetkan penjualan marketing sales unit properti tahun ini senilai Rp 5.8 Triliun, naik 34.8%Yoy dibandingkan 2014 senilai Rp 4.3 Triliun. Untuk mendukung target marketing sales ASRI akan membangun proyek high rise building dan komersial serta proyek perumahan di Swara Sutera, Pasar kemis Tangerang. Selain itu, perseroan akan terus mengembangkan proyek komersial Garuda Wisnu kencana (GWK) di Bali. Tahun ini, Perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 1 Triliun.
ECII - Rencana ekspansi
PT Electronic City Indonesia (ECII) berencana menambah lima hingga tujuh gerai hingga akhir tahun 2015. Pada 1H 2015 ini, ECII menjadwakan pembukaan tiga hingga empat gerai dan sisanya dua hingga tiga gerai akan dibuka pada 2H 2015. Sebanyak dua gerai baru telah dibuka di Cirebon, Jawa Barat pada Februari 2015 dan membuat ECII memiliki 69 gerai hingga saat ini. Selai itu, ECII juga berencana merenovasi gerai lama. ECII telah meanggarkan dana belanja modal sebesar Rp 150 Miliar-Rp 200 Miliar. Sumber dana berasal dari dana IPO.
GIAA - Fasilitas pinjman
PT Garuda Indonesia (GIAA) segera mengantongi pinjaman sebesar Rp 2.3 Triliun yang terdiri atas kredit Rp 1 Triliun dan US$ 100 Juta dari PT Bank Interbational (BNII) atau BII Maybank. Pinjaman terbaru ini memiliki tenor satu tahun dan bunga sebesar 3% untuk pinjaman Valas dan 7,8% untuk pinjaman rupiah. Sesuai rencana, pinjaman itu akan digunakan untuk membiayai ulang (refinancing) utang jatuh tempo pada Juni 2015 sebesar US$ 350 Juta.
SMRA -Menunda penjualan di Bandung
PT Summarecon Agung (SMRA) menunda pembangunan proyek Summarecon Bandung di Bandung, Jawa Barat karena belum mendapatkan izin mendirikan bangunan (IMB). SMRA baru mendapatkan surat izin penunjukan penggunaan tanah (SIPPT). Sementara IMB proyek tersebut masih dalam proses di kantor walikota. Sebelumnya, SMRA berencana proyek mixed used seluas 300 Ha akan diluncurkan April 2015 nanti dan kini SMRA memutuskan menunda peluncuran proyek tersebut paling cepat Mei 2015. SMRA merancang pengembangan Summarecon Bandung untuk jangka waktu hingga sepuluh tahun ke depan. Tahun ini, SMRA menargetkan penjualan sekitar Rp 800 Miliar dari Summarecon Bandung.
SRIL - Kinerja FY 2014
PT Sri Rejeki Isman (SRIL) membukukan kenaikan laba bersih 2014 sebesar 60.5%Yoy menjadi US$ 50.52 Juta Vs US$ 31.47 Juta pada 2013. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan penjualan neto sebesar 23.1%Yoy menjadi US$ 554.62 Juta tahun lalu. SRIL membukukan kenaikan laba operasi sebesar 47.8%Yoy menjadi US$ 94.36 Juta pada 2014.