Daily News 25/03
March 25, 2015 No. 964
Makroekonomi -Perubahan orientasi APBNP 2015
Pemerintah melalui Menteri Keuangan, dalam forum Asian Investment Conference yang difasilitasi oleh Credit Suisse di Hong Kong, mengungkapkan perubahan orientasi APBNP 2015 dimana prioritas saat ini bukanlah untuk mengejar pertumbuhan ekonomi (ekspansi), melainkan untuk menjaga stabilitas makroekonomi (konsolidasi). Gubernur BI mengingatkan adanya risiko twin shock akibat penurunan harga minyak mentah dan normalisasi kebijakan moneter Amerika (berupa kenaikan tingkat bunga acuan). World Bank memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5.2% tahun ini, sama dengan target dari International Monetary Fund (IMF), sedangkan Asian Development Bank (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi sebesar 5.5% tahun ini. APBNP 2015 yang disepakati DPR menggunakan asumsi pertumbuhan ekonomi 5.7% tahun ini. ADB dan Dradjad Wibowo & Partners (DWP) mengingatkan Pemerintah atas risiko shortfall pendapatan pajak dalam APBNP 2015 seiring rendahnya realisasi penerimaan pajak serta turunnya penerimaan Negara bukan pajak (PNBP) akibat turunnya harga komoditas.
ACST - Perolehan kontrak baru
Hingga saat ini PT Acset Indonusa (ACST) berhasil membukukan kontrak baru senilai Rp 1.36 Triliun dari target Rp 2 Triliun tahun ini. Kontrak baru tersebut berasal dari proyek pembangunan Thamrin Nine, Millenium Centennial, dan Langham Senopati Project. Sebagian besar nilai kontrak baru berasal dari kontrak gedung Thamrin Nine yang mencapai Rp 1 Triliun.
ANTM - Rencana pembangunan pabrik anode slime
PT Aneka Tambang (ANTM) berencana membangun pabrik anode slime baru di Gresik (Jawa Timur). Pabrik ini akan memiliki kapasitas 2,000 ton anode slime per tahun dengan kadar emas 1% dalam setiap ton anode slime. Dalam jangka panjang, ANTM akan mendapatkan tambahan 20 ton emas murni. ANTM menginvestasikan US$ 40 Juta untuk membangun pabrik baru. Dana investasi berasal dari penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 3.5 Triliun yang akan dilakukan melalui proses rights issue.
DART - Rencana akuisisi lahan
PT Duta Anggada Realty (DART) berencana mengembangkan kawasan industri. Untuk tahap pertama DART akan mengakuisisi lahan seluas 500 Ha di Banten hingga tahun 2016. Hingga akhir tahun lalu DART telah membeli 107 Ha lahan baru. DART menargetkan untuk memiliki lahan kawasan industri seluas 1,000 Ha di Banten. Manajemen menilai letak Banten cukup strategis karena cukup dekat dengan Jakarta dan tidak terlalu jauh dengan lalut sehingga dapat mendukung proses bongkar muat barang di kawasan industri tersebut. DART memastikan alokasi dana belanja modal tahun ini akan lebih besar dari tahun lalu dengan biaya akuisisi diambil dari alokasi belanja modal tersebut.
LION - Kinerja FY 2014
PT Lion Metal Works (LION) membukukan penurunan laba bersih 2014 sebesar 24% Yoy menjadi Rp 49 Miliar Vs Rp 64.76 Miliar pada tahun 2013 lalu kendati membukukan kenaikan penjualan sebesar 13% menjadi Rp 377.62 Miliar. Laba operasi tercatat turun sebesar 30% Yoy menjadi Rp 52.26 Miliar.
RANC - Penambahan gerai
PT Supra Boga Lestari (RANC) menargetkan pembukaan tiga gerai hingga empat gerai Ranch Market tahun ini di Jakarta dan sekitarnya. RANC juga berencana menambah satu gerai Farmers Market di Jalan Fatmawati Raya (Jakarta). Dari target penambahan gerai, RANC telah merealisasikan dua Ranch Market di Surabaya (Jawa Timur) dan Serpong (Banten). Rencananya sisa target pembukaan gerai akan dilakukan pada 3Q 2015. Biaya investasi diperkirakan mencapai Rp 10 Miliar per gerai.