Daily News 24/03

March 24, 2015 No. 963
MLPT -Kinerja FY 2014

PT Multipolar Technology (MLPT) membukukan kenaikan laba bersih 2014 sebesar 26% Yoy menjadi Rp 71.43 Miliar Vs Rp 56.69 Miliar pada 2013 lalu. Kenaikan kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 31%Yoy menjadi Rp 1.96 Triliun tahun lalu. Laba operasi tercatat naik 6%Yoy menjadi Rp 92 Miliar.
RAJA - Itochu membeli 33% saham Triguna
Itochu Corporation membeli 33% saham PT Triguna Internusa Pratama, anak usaha PT Rukun Raharja (RAJA). Pada aksi tersebut, Triguna menerbitkan 24.81 saham baru senilai Rp 6.7 juta per saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 165.1 Miliar. Dengan pembelian saham tersebut, kepemilikan RAJA pada Triguna berkurang menjadi 67% dari sebelumnya 99.9%. Penandatangan subscription agreement antara RAJA dan Itochu pada 19 Maret 2015.
SSMS - Kinerja FY 2014
PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) membukukan kenaikan laba bersih 2014 sebesar 16.8%Yoy menjadi Rp 737.82 Miliar Vs 631.67 Miliar. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan penjualan sebesar 11.1%Yoy menjadi Rp 2.18 Triliun tahun lalu. SSMS membukukan penurunan laba operasi sebesar 0.6%Yoy menjadi Rp 933.06 Miliar.
UNTR - Statistik operasional 2M 2015
PT United Tractors (UNTR) membukukan penurunan volume penjualan alat berat Komatsu sebesar 40%Yoy menjadi 519 unit pada 2M 2015 Vs 877 unit pada 2M 2014 lalu. Secara bulanan, penjualan Februari tercatat sebanyak 275 unit, naik dari posisi 244 unit terjual pada Januari lalu. Sementara itu kinerja kontraktor pertambangan dibawah PT Pamapersada Nusantara (Pama) membukukan penurunan produksi batubara sebesar 10.5%Yoy menjadi 16.2 juta ton pada 2M 2015 Vs 18.1 juta ton pada 2M 2014. Pekerjaan pengupasan tanah (overburden removal) tercatat turun 17.7%Yoy pada periode yang sama menjadi 109.1 juta Bcm. Volume penjualan batubara tercatat naik 0.5%Yoy menjadi 1.23 juta ton pada 2M 2015.
WIKA - Penyelesaian proyek
PT Wijaya Karya (WIKA) berencana menyelesaikan 31 proyek senilai Rp 12.8 Triliun yang telah digarap sejak beberapa tahun lalu dan akan jatuh tempo sepanjang tahun ini. Proyek yang akan jatuh tempo pada tahun ini adalah pembangunan Terminal 3 di bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng senilai Rp 1.79 Triliun dan pembangunan fasilitas produksi gas matindok senilai Rp 1.73 Triliun. WIKA memiliki nilai kontrak dibawah Rp 1 Triliun antara lain pembangunan fasilitas yang akan dikelola oleh instansi perguruan tinggi, perusahaan tambang dan pemerintah