KSI Fixed Income Update 22 October 2026
October 22, 2026
*?? Kiwoom Research | FIXED INCOME – Daily Report 22 Oct 2026*
_This document is for information only and for the use of the recipient. It is not to be reproduced, copied, or distributed to others._
*?? Yield Indonesia Menguat, Tekanan Rupiah dan Risiko Fiskal Global Membayangi Pasar Obligasi*
*?? Market Review:*
*Pasar obligasi domestik,* yield obligasi pemerintah Indonesia tenor 10Y naik 28 bps menjadi 7,45%, sementara tenor 5Y turun 1 bp menjadi 7,24%. Rupiah melemah mendekati Rp18.000/USD setelah sempat menyentuh Rp18.060, sebelum pulih menyusul keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate di 5,75% untuk bulan keempat berturut-turut. BI menaikkan Deposit Facility Rate sebesar 25 bps menjadi 5,00% dan mempertahankan Lending Facility Rate di 6,50%. BI juga memberikan insentif lindung nilai DNDF berupa pengurangan biaya hingga 45%, sementara optimalisasi instrumen swap dan DNDF sejak Juni hingga Oktober 2026 telah menarik arus masuk sekitar US$9,9 miliar. Dari sisi likuiditas, BI akan menurunkan GWM bank umum konvensional dari 9% menjadi 7% pada November–Desember 2026, yang diperkirakan menambah likuiditas perbankan sekitar Rp190 triliun. Kebijakan ini diambil di tengah tekanan arus modal keluar pascaevaluasi MSCI terhadap pasar saham Indonesia. BI tetap memprioritaskan stabilitas rupiah dan menjaga inflasi pada sasaran 2,5% ± 1% selama 2026–2027. Sementara itu, CDS Indonesia tenor 5Y stabil di 99,99 bps, menunjukkan premi risiko negara yang relatif tidak berubah.
*Di pasar global,* yield US Treasury tenor 10Y stabil di kisaran 5,1% pada Rabu seiring investor mencermati keputusan suku bunga The Fed pekan depan. Pasar memperkirakan probabilitas 85% suku bunga dipertahankan, sementara peluang kenaikan 25 bps pada Desember mencapai 75%. Harga minyak meningkat setelah serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz dan fasilitas energi Arab Saudi, memicu kekhawatiran inflasi. Tekanan inflasi yang persisten, peningkatan utang pemerintah, dan memburuknya kondisi fiskal global turut menjaga yield obligasi pada level tinggi. Di Jepang, yield obligasi pemerintah tenor 10Y turun ke sekitar 2,9%, mendekati level terendah enam minggu, setelah lelang obligasi tenor 20Y mencatat permintaan tertinggi. Sebaliknya, yield UK Gilt tenor 10Y bertahan di kisaran 5,4%, mendekati level tertinggi dalam beberapa tahun, seiring inflasi September naik menjadi 3,5% dan pinjaman pemerintah melampaui ekspektasi. Ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of England sebesar 25 bps pada November turut menguat, sementara investor menantikan pengumuman anggaran pemerintah pekan depan.
*?? MOST ACTIVE GOVERNMENT BONDS*
• PBS30 | Price 98.60 | Coupon 5.9% | Yield 6.7% | Volume 7.12M
• FR104 | Price 98.25 | Coupon 6.5% | Yield 7.0% | Volume 1.85M
• PBS3 | Price 99.89 | Coupon 6.0% | Yield 6.4% | Volume 1.52M
• FR110 | Price 100.20 | Coupon 7.3% | Yield 7.2% | Volume 1.42M
• FR109 | Price 95.10 | Coupon 5.9% | Yield 7.2% | Volume 1.31M
*?? MOST ACTIVE CORPORATE BONDS*
• SIBALI01BCN3 | Price 100.89 | Coupon 7.3% | Yield 6.8% | Volume 1.13M
• BOLD03B | Price 102.33 | Coupon 8.0% | Yield 6.8% | Volume 444.84K
• SIIJEE02C | Price 106.84 | Coupon 9.8% | Yield 6.8% | Volume 365.00K
• COKE01A | Price 100.00 | Coupon 8.0% | Yield 8.1% | Volume 350.00K
• SMMA03CN1 | Price 107.12 | Coupon 10.0% | Yield 6.9% | Volume 292.50K
See our daily fixed income report for more information. ??
*©? KIWOOM SEKURITAS INDONESIA*