Daily News 21/05
May 21, 2015 No. 1002
Retail Sector - Rencana PPnBM handphone diatas Rp 8 Juta
Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia (ATSI) meminta agar pungutan pajak pertambahan nilai barang mewah (PPnBM) hanya dikenakan terhadap produk smartphone dengan nilai diatas Rp 8 Juta. Menteri Komunikasi dan Informatika juga tengah berkonsultasi dengan Kementerian Keuangan terkait hal tersebut agar tidak menghambat penggunaan teknologi terbaru, 4G LTE, menyiratkan kesamaan pandangan dengan ATSI.
ADHI - Proyek LRT
Pemerintah memastikan akan mulai membangun proyek Light Rail Transit (LRT) pada Agustus 2015 dengan pelaksana proyek PT Adhi Karya (ADHI). Proyek LRT yang terdiri dari dua tahap namun pemerintah baru memutuskan pembangunan proyek LRT untuk tahap pertama dengan dua koridor sepanjang 40 Km rute Cawang-Dukuh Atas. Pemerintah juga menetapkan tarif Rp 30,000 per konsumen dengan asumsi tarif Rp 1,000/Km. Saat ini ADHI masih melakukan persiapan pembangunan proyek termasuk pengadaan kereta api. Total nilai investasi proyek mencapai Rp 24.95 Triliun dimana untuk tahap pertama sebesar Rp 12.05 Triliun, tahap kedua sebesar Rp 8.54 Triliun dan investasi untuk properti Rp 4.34 Triliun. Pemerintah menargetkan proyek LRT dapat selesai dibangun dalam tiga tahun.
DLTA - Rencana stock split
PT Delta Djakarta (DLTA) berencana memecah nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:50. Untuk itu, DLTA akan meminta izin pemegang saham melalui RUPS pada tanggal 11 Juni 2015. Stock split tersebut untuk memenuhi salah satu pokok dalam peraturan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait ketentuan mengenai jumlah saham yang beredar di publik (free float). Tujuannya untuk meningkatkan likuiditas.
GJTL - Rencana buyback saham
PT Gajah Tunggal (GJTL) berencana melakukan pembelian kembali atas maksimum 348.23 juta lembar saham (9.99% saham) yang akan dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu 18 bulan setelah mendapat persetujuan RUPSLB pada 29 Juni 2015. GJTL mengalokasikan dana buyback sebesar Rp 425 Miliar. Saham yang dibeli kembali akan disimpan sebagai treasury stock dan akan dijual dalam waktu maksimal 3 tahun.
WTON - Kontrak pengadaan precast
PT Wijaya Karya Beton (WTON) menargetkan kontrak dari pengadaan beton pracetak (precast) untuk proyek jalan tol lintas Sumatera sebesar Rp 30 Triliun. Total nilai nilai proyek jalan tol sepanjang 2.700 Km yang membentang dari Aceh ke Lampung akan menelan biaya investasi senilai Rp 360 Triliun. Selain proyek jalan tol, perseroan juga mengincar proyek-proyek infrastruktur pemerintah lainnya, seperti jalan non-tol dan pelabuhan.