Daily News 26/06
June 26, 2015 No. 1027
Consumer Sector - Penurunan produksi rokok
Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) mengumumkan perlambatan produksi rokok sebesar 12.5%Yoy menjadi 129.3 miliar batang pada 5M 2015 Vs 147.8 miliar batang pada 5M 2014 lalu akibat perlambatan ekonomi, informasi kesehatan yang menyudutkan, serta regulasi yang semakin ketat. Gappri mengingatkan potensi terjadinya pemutusan hubungan kerja. Apabila penurunan produksi berlanjut tahun ini maka jumlah tenaga kerja yang akan dirumahkan berpotensi naik lebih banyak dari kisaran 10,000 tenaga kerja yang telah dirumahkan tahun lalu. Dalam APBN-P 2015 produsen rokok diharuskan membayar cukai sebesar 57% ditambah dengan pajak daerah sebesar 10%.
IPO - PT Anabatic Technologies
PT Anabatic Technologies (AT) telah mendapat pernyataan efektif terkait rencana penjualan 375 juta lembar saham baru (20% saham) melalui proses IPO. Dengan harga penawaran Rp 700 per lembar maka target perolehan dana mencapai Rp 262.5 Miliar. Sekitar 50% dana hasil IPO dialokasikan untuk pengembangan usaha, 30% untuk pelunasan utang, dan 20% sisanya untuk mendukung modal kerja. Masa penawaran umum berlangsung pada 29 Juni hingga 2 Juli dan listing pada 8 Juli.
BBRI - Rencana emisi obligasi
PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) telah mendapat pernyataan efektif terkait rencana emisi obligasi berkelanjutan senilai total Rp 12 Triliun dimana untuk tahap pertama akan diterbitkan obligasi senilai total Rp 3 Triliun yang terdiri dari 3 Seri. Obligasi Seri A senilai Rp 655 Miliar bertenor 370 hari (1 tahun) menawarkan kupon 8.4% sedangkan Seri B senilai Rp 925 Miliar bertenor 3 tahun menawarkan kupon 9.2% dan Seri C senilai Rp 1.42 Triliun bertenor 5 tahun menawarkan kupon 9.5%. Pefindo memberi peringkat idAAA terhadap rencana emisi obligasi BBRI.
DNET - Bisnis serat optik
PT Indoritel Makmur International (DNET) telah mendapatkan izin pemegang saham untuk menerbitkan saham baru dengan skema non preemptive rights atau private placement sebanyak 1,418 miliar lembar saham dengan harga Rp 925 per saham. Tower Bridge Ventures Ltd, perusahaan asal Inggris berkomitmen menyerap 1.1 miliar saham. DNET menargetkan akan meraih dana minimal Rp 1.31 Triliun dari aksi korporasi ini. Dana tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi saham perusahaan pengembang jaringan serat optik, PT Mega Akses Persada (MAP). DNET akan menggunakan 1.75% dana hasil penerbitan saham baru senilai Rp 26.85 Miliar untuk investasi saham MAP dan 65.03% atau senilai Rp 1 Triliun untuk investasi obligasi konversi MAP. Nantinya, DNET akan memiliki 71.89% saham MAP. Sisanya sebanyak 33.22% atau setara Rp 510.8 Miliar akan digunakan untuk modal kerja dan investasi.
INKP - Pembangunan pabrik tisu
PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) akan membangun pabrik kertas tisu di Pekanbaru, Riau pada tahun ini. INKP sudah memiliki lahan seluas 2,000 m2 dengan investasi US$ 100 Juta yang merupakan dana dari belanja modal tahun ini senilai US$ 200 Juta-US$ 250 Juta. Sekitar 70% dana dari belanja modal berasal dari perbankan sisanya dari kas perusahaan. Pabrik kertas tisu ini ditargetkan memproduksi 430,000 ton kertas tisu per tahun dengan delapan line produksi. Jika sesuai rencana, Pabrik tisu akan selesai tahun 2017.
NIRO - Marketing Sales
PT Nirvana Development (NIRO) menargetkan marketing sales tahun ini senilai Rp 1 Triliun, naik dibandingkan realisasi tahun lalu senilai Rp 250 Miliar. Diharapkan kontribusi terbesar marketing sales akan berasal dari penjualan lahan perseroan. Dengan target marketing sales tersebut perseroan optimis mampu meraih laba bersih tahun ini. Pada tahun lalu, perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp 108.5 Miliar.