Daily News 29/06
June 29, 2015 No. 1028
CMNP - Kinerja FY 2014
PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) membukukan kenaikan laba bersih 2014 sebesar 15.8%Yoy menjadi Rp 412 Miliar Vs Rp 355.9 Miliar pada 2013 lalu kendati membukukan penurunan pendapatan sebesar 5.6%Yoy menjadi Rp 1.3 Triliun tahun lalu. Laba operasi tercatat turun 4.6%Yoy menjadi Rp 446.6 Miliar tahun lalu.
DSSA - Bisnis multimedia
PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) akan mengembangkan televisi berlangganan dan internet dengan prioritas membangun jaringan serat optik homepass di perumahan yang dikelola oleh Sinarmas Land. Belanja modal tahun ini untuk homepass sekitar US$ 50 Juta. DSSA memperkirakan kontribusi bisnis multimedia terhadap pendapatan kurang dari 5%. DSSA membangun homepass melalui anak usaha, PT Innovate Mas Indonesia. Pada 1Q 2015, Innovate Mas sudah memasang 145,325 homepass dengan 25,265 pelanggan. Homepass Innovate telah terpasang di sembilan wilayah seperti di Jabodetabek, Surabaya, Semarang, Malang dan Palembang. Tahun ini, Innovate berencana menambah dua wilayah baru di Bandung dan Medan.
RDTX - Peralihan bisnis
PT Roda Vivatex (RDTX) akan mengalihkan seluruh bisnisnya menjadi bisnis properti dari sebelumnya produsen tekstil. Pada Juli 2014 RDTX telah menutup pabrik tekstil. Tahun ini RDTX menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 11% dari kinerja 2014 sebesar Rp 478.85 Miliar dengan memaksimalkan pemasaran sewa dari tiga gedung yang dimiliki yaitu Menara Bank Danamon di Mega Kuningan, Menara Standard Chartered di Karet Kuningan, dan Menara PHE di TB Simatupang dan sewa pabrik di Citereup (Bogor). Saat ini masing-masing gedung telah mencapai tingkat okupansi hingga 90%. RDTX tercatat masih memiliki lahan seluas 1.3 Ha di Karet Kuningan (Jakarta).
SIAP - Akuisisi perusahaan batu bara
PT Sekawan Intipratama (SIAP) berencana mengakuisisi perusahaan batu bara di Kalimantan Timur; PT Putra Dewa Jaya (PDJ) pada pertengahan tahun ini. PDJ tercatat memiliki sumber daya batu bara sebanyak 1.3 juta ton dan memiliki luas area sebesar 1.057 (Ha). PDJ juga masih memiliki lahan cadangan seluas 52 Ha dengan cadangan batu bara sebanyak 700 ribu ton. Saat ini perseroan masih dalam tahap bernegosiasi dengan pemegang saham PDJ, namun diharapkan akusisi ini tuntas pada Juli tahun ini.
WIKA - Rencana revisi target
Manajemen PT Wijaya Karya (WIKA) tengah mengkaji rencana untuk melakukan revisi atas target pencapaian tahun ini akibat perlambatan ekonomi pada awal tahun yang tercermin dalam kinerja 1Q 2015. Awalnya manajemen menargetkan dapat membukukan kontrak senilai total Rp 54.4 Triliun yang terdiri dari kontrak baru senilai Rp 31 Triliun dan sisanya berupa kontrak lanjutan tahun lalu (carry over). Dari proyeksi tersebut manajemen menargetkan perolehan laba bersih mencapai Rp 764.5 Miliar tahun ini. Pada 1Q 2015 WIKA membukukan penurunan laba bersih sebesar 63%Yoy menjadi Rp 61.5 Miliar.
WSKT - Belanja modal
PT Waskita Karya (WSKT) menaikan alokasi belanja modal tahun ini menjadi Rp 4.3 Triliun dari rencana semula Rp 1.8 Triliun setelah mendapat tambahan dana penyertaan modal Negara (PMN). WSKT menargetkan perolehan dana sebesar Rp 5.3 Triliun dari hasil penawaran umum terbatas saham (right issue). Dari jumlah tersebut sebesar Rp 3.5 Triliun diantaranya berasal dari PMN dan sisanya Rp 1.8 Triliun dari pemegang saham publik. Perseroan akan menggunakan dana hasil right issue sekitar Rp 2.4 Triliun untuk investasi di sejumlah ruas jalan tol. WSKT juga mengalokasikan dana hasil right issue untuk menambah modal anak usahanya, PT Waskita Realty sebesar Rp 1 Triliun, dan sebesar Rp 476 Miliar untuk PT Waskita Beton. Sisa belanja modal dialokasikan untuk kebutuhan modal lainya.