Daily News 30/06

June 30, 2015 No. 1029
BRMS - Refinancing utang

PT Bumi Resources Minerals (BRMS) berencana merestrukturisasi utang yang akan jatuh tempo tahun ini senilai US$ 450 Juta. Jumlah tersebut merupakan total utang perusahaan dan anak perusahaan, PT Multi Daerah Bersaing (MDB), pemilik 24% saham PT Newmont Nusa Tenggara. Posisi kas internal pada akhir Maret lalu hanya tercatat sebesar US$ 2.09 Juta. BRMS tercatat memiliki utang senilai US$ 100 Juta dari Credit Suisse AG Singapura yang jatuh tempo pada September 2013 namun diperpanjang hingga 3 April 2015. MDB tercatat memiliki total utang senilai total US$ 360 Juta kepada Credit Suisse yang telah diperpanjang dan jatuh tempo pada 3 April 2015. Manajemen tengah mengkaji berbagai alternatif pinjaman termasuk strategic partnership dengan China Nonferrous Metal Industry's Foreign Engineering and Construction Co. Ltd. (NFC). Skema strategic partnership masih dalam tahap finalisasi.
BUKK - Pembangunan smelter
PT Bukaka Tekhnik Utama (BUKK) berencana membangun pabrik pengolahan hasil tambang (smelter) nikel berkapasitas 2,760 ton tahun ini dengan nilai investasi sebesar Rp 400 Miliar. Sesuai rencana, smelter akan dibangun di Palopo (Sulawesi Selatan) dan diharapkan selesai pada 2H 2016. Kebutuhan dana ekpansi akan menggunakan kas internal sebesar 30% dan pinjaman bank 70%. BUKK sebelumnya resmi mencatatkan kembali (relisting) sahamnya sebanyak 2,640,452,000 dari total saham disetor penuh dengan harga pembukaan sebesar Rp 590 per saham.
GJTL - Belanja modal
PT Gajah Tunggal (GJTL) mengalokasikan dana belanja modal tahun ini sebesar US$ 100 Juta. Perseroan akan menggunakan dana belanja modal sebesar US$ 50 Juta untuk perawatan mesin-mesin produksi dan US$ 30 Juta untuk pengembangan produk truk bus radial (TBR), sedangkan sisanya US$ 20 Juta dialokasikan untuk research and development (R&D). Sumber belanja modal sebagian besar akan berasal dari kas internal.
IKBI - Kinerja 1Q 2015
PT Sumi Indo Kabel (IKBI) membukukan kenaikan laba bersih 1Q 2015 sebesar US$ 1.84 Juta Vs US$ 1.09 Juta pada 1Q 2014 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan penjualan sebesar 7.7%Yoy menjadi US$ 150.4 Juta. Laba operasi tercatat naik 66.4%Yoy menjadi US$ 2.58 Juta.
TRAM - Reverse stock
PT Trada Maritime (TRAM) berencana reverse stock dengan rasio 5:1. TRAM telah menunjuk PT Jasa Utama Capital untuk membeli saham odd lot atau saham yang kurang dari satu lot setelah reverse stock dengan harga pembelian Rp 61 per saham, berdasarkan harga selama 25 hari bursa sebelum adanya keterbukaan mengenai reverse stock. Jadwal pembelian saham odd lot pada 10-18 Agustus 2015. Selain itu, TRAM akan meningkatkan modal dasar menjadi Rp 3.89 Triliun dari sebelumnya Rp 1.5 Triliun untuk memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan kinerja. Untuk aksi tersebut, TRAM akan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPS tanggal 5 Agustus.
SRIL - Target ekspor
PT Sri Rezeki Isman (SRIL) menargetkan ekspor ke lima negara baru: Kamboja, Peru, Australia, Kosovo, Brazil, dan negara-negara di kawasan Afrika. SRIL akan mengekspor seragam militer dan benang. Dari lima target ekspor baru, SRIL sudah berhasil ekspor ke Kosovo yang dilakukan pada 1Q 2015. Saat ini, SRIL sudah mengekspor produk ke 55 negara. Manajemen SRIL menargetkan porsi pendapatan ekspor dan domestik tahun ini sebesar 50:50. Selain memperbesar ekspor, SRIL sedang membangun pabrik baru yang akan beroperasi tahun 2016. Untuk membangun pabrik ini SRIL mengalokasikan belanja modal selama tiga tahun senilai US$ 245 Juta.