Daily News 30/09

September 30, 2011 No. 103
ANTM - Kinerja 1H 2011

PT Aneka Tambang (ANTM) membukukan kenaikan laba bershi 1H 2011 sebesar 21.2%Yoy menjadi Rp 1.04 Triliun Vs Rp 854.9 Miliar pada 1H 2010 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan penjualan bersih sebesar 13.3%Yoy menjadi Rp 4.89 Triliun Vs Rp 4.31 Triliun pada 1H 2010 lalu. ANTM membukukan kenaikan pendapatan operasional sebesar 16.2%Yoy menjadi Rp 1.27 Triliun pada 1H 2011.
BRAU - Refinancing utang
PT Berau Coal Energy (BRAU) berencana membayar hutang senilai US$ 400 Juta dari total hutang senilai US$ 835 Juta dengan pinjaman bank. Hutang BRAU terdiri dari surat hutang senilai US$ 450 Juta dengan kupon 12.5% dan pinjaman kepada Credit Suisse senilai US$ 385 Juta dengan bunga sebesar LIBOR + 4.75%.
BUMI - Pembayaran Hutang
PT Bumi Resources (BUMI) berencana mempercepat pembayaran hutang kepada CIC senilai total US$ 1.9 Miliar yang berbunga 12%. Percepatan pembayaran Tranche 1 senilai US$ 600 Juta yang ditargetkan pada Oktober 2011 akan menggunakan dana bridging loan. Pembayaran tranche 2 senilai US$ 600 Juta ditargetkan pada September 2012 dan tranche 3 senilai US$ 700 Juta ditargetkan pada September 2013.
CMNP - Kinerja 1H 2011
PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 26%Yoy menjadi Rp 165.5 Miliar pada 1H 2011 Vs Rp 131.3 Miliar pada 1H 2010. CMNP membukukan kenaikan pendapatan sebesar 5.5%Yoy menjadi Rp 385.8 Miliar pada 1H 2011 namun pendapatan operasional hanya tercatat naik 2%Yoy menjadi Rp 226.1 Miliar.
TRUB - Kinerja 1H 2011
PT Truba Alam Manunggal Engineering (TRUB) membukukan rugi bersih Rp 11.82 Miliar pada 1H 2011 Vs laba bersih Rp 22.23 Miliar pada 1H 2010 lalu. Turunnya kinerja diakibatkan penurunan pendapatan sebesar 7%Yoy menjadi Rp 1.23 Triliun Vs Rp 1.33 Tiliun pada 1H 2010. Laba operasional tercatat turun 67.9%Yoy menjadi Rp 30.1 Miliar pada 1H 2011.
UNVR - Rencana investasi
PT Unilever Indonesia (UNVR) mengalokasikan dana senilai US$ 800 Juta pada tahun 2010-2012 yang akan digunakan untuk membiayai peningkatan kapasitas produksi pada pabrik di Rungkut (Jawa Timur) dan Jababeka (Jawa Barat). Dari alokasi dana tersebut, UNVR telah menghabiskan Rp 870 Miliar selama 1H 2011.