Daily News 07/10

October 07, 2011 No. 108
ADRO - Kontrak pasokan batubara

PT Adaro Energy (ADRO), sebagai anggota konsorsium Bhimasena Power Indonesia (BPI), akan memasok batubara kalori rendah untuk kebutuhan PLTU Jawa Tengah. Dengan kapasitas 2x1,000 Mw, jumlah pasokan batubara diperkirakan sebanyak 7 juta ton per tahun. Pemprov Jawa Tengah telah menyediakan lahan seluas 250Ha untuk kebutuhan lahan pembangkit listrik yang ditargetkan selesai pada 2016. Anggota konsorsium terdiri dari Electric Power Development Co. Ltd (J-Power) dan Itochu. J-Power akan menjadi operator PLTU sedangkan Itochu akan menyediakan perangkat pembangkit listrik.
BNBR - Penjaminan utang
PT Bakrie & Brothers (BNBR) dan Long Haul Holdings Ltd. dikabarkan menjaminkan 50 juta lembar saham Bumi Plc pada harga ?8.5 per lembar saham. Penjaminan saham tersebut digunakan untuk mendapat pinjaman senilai US$ 1.34 Miliar dari Credit Suisse AG (Singapura). Saham Bumi Plc diperdagangkan pada harga ?7.3 per lembar saham kemarin.
LSIP - Proyeksi kinerja
PT PP London Sumatera (LSIP) memperkirakan produksi CPO mengalami kenaikan sekitar 10% hingga 15% tahun ini dimana produksi CPO telah mencapai 199,400 ton dan produksi inti sawit sebesar 47,400 ton. Hingga saat ini LSIP telah menyerap belanja modal sekitar Rp 170 Miliar dari anggaran belanja modal Rp 400 Miliar tahun ini. Capex digunakan untuk penanaman sawit diatas lahan baru seluas 3,000-4,000 Ha serta replanting atas lahan seluas 5,000 Ha.
PGAS - Masuki bisnis hulu
PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) masuk ke bisnis hulu dengan berencana mengakuisisi ladang gas melalui anak usahanya PT Saka Energi Indonesia (SEI). SEI merupakan perusahaan patungan antara perseraoan dengan PT Medco Energy Internasional (MEDC). Sementara itu PGAS berkomitmen melunaskan hutang pada tahun ini senilai US$ 300 Juta. Sampai 1H 2011, perseroan telah melunasi hutang senilai US$ 250 Juta.
SMGR - Capex 5 Tahun
PT Semen Gresik (SMGR) mengalokasikan dana senilai US$ 2.4 Miliar untuk belanja modal (capex) selama 5 tahun ke depan. Perseroan akan mencari dana pinjaman senilai US$ 1.4 Miliar untuk pendanaan capex tersebut dan sisa nya dari kas internal. Capex tersebut akan digunakan untuk membangun pabrik baru, membeli kuasa pertambangan, serta akuisisi pabrik semen.