Daily News 11/10
October 11, 2011 No. 110
ADHI - Rencana right issue
PT Adhi Karya (ADHI) berencana melaksanakan penawaran umum terbatas (rights issue) pada 2H 2012 dengan target perolehan dana senilai Rp 800 Miliar dan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 30% saham baru. Sebelumnya ADHI menargetkan perolehan dana senilai Rp 600 Miliar namun sesuai dengan persetujuan DPR target tersebut dinaikan menjadi Rp 800 Miliar. Perseroan mengharapkan saham ADHI pada 2H 2012 dapat mencapai Rp 800-1000 per saham. Dana right issue akan digunakan untuk pengembangan bisnis desain, pembangkit listrik, jalan tol, dan properti.
BNBR - Kuasi reorganisasi butuhkan persetujuan kreditur
Walaupun telah mendapat persetujuan dari para pemegang saham, PT Bakrie & Brothers (BNBR) harus mendapat persetujuan dari kreditur untuk melakukan kuasi reorganisasi karena berpotensi meningkatkan debt-to-equity ratio (DER). BNBR berencana menghapuskan defisit senilai Rp 35 Triliun dalam laporan keuangan yang dapat menggerus posisi ekuitas perusahaan. Saat ini jumlah kewajiban BNBR tercatat senilai Rp 19.61 Triliun dengan jumlah ekuitas senilai Rp 14.55 Triliun. Bapepam-LK memberi batas waktu hingga akhir tahun kepada manajemen untuk mendapatkan persetujuan kreditur. BNBR memiliki utang kepada Credit Suisse AG (Singapura) senilai US$ 597 Juta dengan jaminan 50 juta lembar saham Bumi Plc dengan nilai minimum penjaminan senilai ?8.5 per lembar saham.
FASW - Cari pinjaman
PT Fajar Surya Wisesa (FASW) berencana mencari pinjaman senilai US$ 30 Juta tahun depan yang akan dialokasikan untuk membiayai modifikasi mesin kertas. Saat ini FASW memiliki 5 unit paper machine (PM) dengan total kapasitas mencapai 1 juta metric ton per tahun. Modifikasi PM #2 diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sebesar 120,000 metrik ton per tahun sedangkan modifikasi PM #7 diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sebesar 130,000 metrik ton per tahun. FASW menargetkan kapasitas produksi naik menjadi 1.55 juta metric ton per tahun pada 2013.
WOMF - Rencana pelunasan obligasi
Manajemen PT Wahana Ottomitra Multiartha (WOMF) akan memanfaatkan dana channeling dari PT Bank International Indonesia (BNII) selaku induk perusahaan serta kas internal untuk melunasi obligasi yang akan jatuh tempo pada 29 November senilai Rp 590 Miliar. Saat ini WOMF telah memiliki posisi kas senilai Rp 100 Miliar. BNII tercatat memiliki 50.03% saham WOMF.