Daily News 12/10
October 12, 2011 No. 111
APEX & MIRA - Restrukturisasi utang
Tuscany Investment Group Ltd. (Tuscany), pembeli 93.35% saham Sabre System International Ltd (SSI) dari PT Mitra International Resources (MIRA) senilai US$ 40 Juta, berencana menawarkan kreditur SSI untuk duduk sebagai direksi dan komisaris pada PT Apexindo Pratama Duta (APEX). Langkah tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi utang senilai total US$ 650 Juta. Tuscany akan mencatatkan kembali saham APEX di BEI, dimana dana yang dihimpun akan dialokasikan untuk pembayaran utang SSI. Selanjutnya APEX akan melakukan rights issue untuk mendukung struktur permodalan dan pembayaran utang. Saat ini Tuscany baru memiliki 63% saham SSI dimana 30% saham masih terkait perjanjian jaminan utang MIRA senilai US$ 18.25 Juta kepada Ancora Investment. Tuscany memberi batas waktu hingga Desember terkait sisa akuisisi 30% saham SSI.
IMAS - Belanja modal 2012
PT Indomobil Sukses Internasional (IMAS) mengalokasikan belanja modal (Capex) senilai Rp 450 Miliar untuk tahun 2012. Sumber pendanaan diambil dari kas internal yang berasal dari rights issue perseroan yang tersisa Rp 600 Miliar. Capex tersebut akan digunakan untuk pembangunan delaer baru Nissan.
INCO - Rencana investasi
PT International Nickel Indonesia (INCO) mengalokasikan dana investasi senilai US$ 2 Miliar untuk meningkatkan kapasitas produksi menjadi 120,000 ton nickel dalam 5 tahun kedepan. Rencana tersebut akan direalisasikan melalui pembangunan pabrik pengolahan nickel di Sorowako serta pabrik pemurnian bijih nickel di Bahodopi. Saat ini kapasitas produksi INCO tercatat sebanyak 73,000 ton nickel. INCO telah meresmikan PLTA Karebbe dengan kapasitas 90 MW senilai US$ 410 Juta. Beroperasinya PLTU tersebut dapat menurunkan biaya produksi INCO.
SUPR - Rencana akuisisi
PT Solusi Tunas Pratama (SUPR) berencana mengakuisisi total 3-4 perusahaan menara telekomunikasi dari tahun ini sampai tahun depan. Tahun ini perseroan berencana mengakuisisi 1-2 perusahaan terlebih dahulu. SUPR juga berencana membangun 100 menara senilai Rp 100 Miliar yang sampai saat ini telah terbangun 30%. Setiap menara yang dibangun diharapkan dapat menambah 3-4 tenant.