Daily News 13/10

October 13, 2011 No. 112
ADRO - Akuisisi 35% saham Servo Media Sejahtera

PT Adaro Energy (ADRO) melalui anak perusahaannya PT Alam Tri Abadi (ATA), melakukan akuisisi atas 35% saham PT Servo Media Sejahtera (SMS) senilai Rp 200 Miliar dari PT Servo Infrastruktur (SI). SMS merupakan perusahaan penyedia layanan logistik batubara yang terintegrasi di Sumatera Selatan. Melalui anak perusahaan, SMS memiliki jalan dan pelabuhan khusus angkutan batubara. Pemegang saham SMS lainnya yaitu SI (50% saham), dan PT Bumi Alam Sejahtera (15% saham). ADRO berencana melakukan integrasi vertikal untuk mengendalikan rantai pasokan batubara di Sumatera Selatan, berusaha mengulang keberhasilan pada aeral tambang di Kalimantan Selatan.
BUMI - Reklamasi areal tambang
Anak perusahaan PT Bumi Resources (BUMI), PT Kaltim Prima Coal (KPC), mengalokasikan dana reklamasi areal tambang senilai US$ 25 Juta hingga US$ 30 Juta per tahun. KPC memilikii areal konsesi pertambangan seluas 90,938 Ha dimana 14,000 Ha diantaranya telah ditambang. Dari jumlah tersebut baru 4,500 Ha yang direklamasi. KPC akan membuka areal tambang hingga seluas 30,000 Ha hingga izin kontrak PKP2B berakhir pada 2021. KPC harus melakukan reklamasi diatas lahan tambang seluas 25,000 Ha pada 2021 dan 5,000 Ha sisanya harus dilakukan segera setelah penutupan tambang pada 2021. KPC memiliki opsi perpanjangan kontrak selama 2x10 tahun.
PTBA - Status pinjaman proyek BATR
Calon kreditur pemberi pinjaman proyek Bukit Asam Transpacific Railway (BATR) tidak bersedia memberikan pinjaman karena ketidakjelasan status PT Bukit Asam Bangko (BAB), anak perusahaan PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA). Status BAB tidak jelas karena Pemerintah melarang perusahaan yang tidak memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) melakukan kegiatan penambangan. Sebelumnya PTBA telah mendapat komitmen pinjaman senilai US$ 1.3 Miliar dari Bank of China, China Development Bank, China Exim Bank, dan ICBC.
TINS - Kembangkan bisnis batubara
PT Timah (TINS) berencana mengembangkan bisnis batubara melalui akuisisi tambang. Saat ini kapasitas produksi batubara TINS tercatat sebesar 1 juta ton per tahun dari sebuah KP di Kalimantan Selatan. Produksi tahun depan diperkirakan naik menjadi 1.5 - 2 juta ton per tahun. TINS tengah mencari beberapa KP dengan cadangan batubara minimal 50 juta ton untuk diakuisisi.