Daily News 08/01
January 08, 2016 No. 1158
ADHI - Kenaikan investasi LRT
PT Adhi Karya (ADHI) menaikan nilai investasi proyek transportasi massal kerta api ringan atau (LRT) tahap pertama menjadi Rp 34 Triliun dari sebelumnya sebesar Rp 17 Triliun. Perkiraan kenaikan investasi LRT terlihat pada isi peraturan presiden terkait LRT tahap pertama bertambah menjadi 84 Km dari sebelumnya sepanjang 40 km. Pada tahap pertama, konstruksi LRT mencakup tiga fase, yaitu Cibubur-Cawang, Cawang-Dukuh Atas, dan Bekasi Timur-Cawang. Untuk tambahan modal perseroan akan menggunakan pinjaman bank yang ditarik secara bertahap. Tahun lalu, ADHI menggelar rights issue dengan menerbitkan sebanyak 1.75 miliar lembar saham baru pada harga pelaksanaan Rp 1.560 per saham dan meraih dana Rp 2.74 Triliun.
BBTN - Rencana ekspansi
PT Bank Tabungan Negara (BBTN) berencana ekpansi bisnis baru pada tahun ini dengan menggarap lini usaha bidang asuransi jiwa, multifinance dan digital banking. Untuk bisnis asuransi, BBTN bekerjasama dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) membentuk perusahaan patungan dan BBTN akan memegang saham mayoritas antara 60%-70%. Manajemen Jasindo memperkirakan kebutuhan modal perusahaan patungan senilai Rp 150 Miliar dengan target pasar awal adalah nasabah existing Jasindo dan BBTN. Sementara untuk sektor multifinance targetnya adalah masyarakat berpenghasilan tidak tetap dan calon nasabah merupakan pembeli rumah yang dibiayai BBTN. Total investasi yang dibutuhkan termasuk di sektor digital banking sebesar Rp 300 MIliar.
GIAA - Target jumlah penumpang
PT Garuda Indonesia (GIAA) menargetkan 40 juta penumpang pada tahun ini atau tumbuh sebesar 11% dibandingkan dengan jumlah penumpang sepanjang tahun 2015 lalu yang mencapai 36 juta orang. Manajemen GIAA menargetkan penumpang Garuda Indonesia tahun ini mencapi 27 juta orang dan penumpang Citilink, anak usaha GIAA diperkirakan mencapai 13 juta orang. Target tersebut seiring penambahan 23 pesawat yang terdiri dari Garuda wide body 6 unit dengan 5 unit Airbus 30 dan 1 unit B777, ATR 9 unit dan 8 unit Boeing 320 untuk Citilink. Untuk mendukung ekspansi tersebut GIAA telah mengalokasikan belanja modal sebesar US$ 160 juta pada tahun ini dengan sebagian besar sumber dana berasal dari eksternal dan sisanya dari kas internal.
MDLN - Rencana emisi obligasi
PT Moderland Realty (MDLN) berencana menggalang dana sebesar Rp 1 Triliun melalui penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi 1 tahap II tahun ini. Aksi ini merupakan bagian dari PUB I 2015 dengan total emisi senilai Rp 2 Triliun. Sebagian besar dana hasil PUB akan digunakan untuk membayar obligasi global senilai US$ 150 Juta yang akan jatuh tempo pada 4Q 2016 . Selain refinancing, dana hasil PUB juga akan digunakan untuk belanja modal dan pengembangan usaha. Sebelumnya, perseroan telah menggelar PUB I tahap I 2015 pada semester I tahun lalu sebanyak- banyaknya Rp 1 Triliun. Namun, obligasi yang terserap hanya sebesar 75% atau setara dengan Rp 750 Miliar.
SMGR - Target penjualan
PT Semen Indonesia (SMGR) memperkirakan pertumbuhan penjualan pada tahun ini dapat mencapai 5%-6% seiring kelanjutan proyek infrastruktur yang dimulai pada 2H 2014. Pada tahun ini, SMGR masih akan fokus pada pasar domestik dikarenakan kebutuhan semen dalam negeri masih sangat besar yang mencapai 62 juta ton per tahun. Untuk mengejar target pertumbuhan tahun ini, SMGR akan mengembangkan bisnis hilir seperti memproduksi beton pra cetak serta memperkuat jaringan distribusi dan mitra toko bangunan. Selain itu, SMGR juga berencana ekspor semen 1 juta-1.5 juta ton pada tahun 2017 seiring selesainya pembangunan pabrik semen Rembang dan pabrik semen Indarung pada akhir tahun ini.