Daily News 19/01
January 19, 2016 No. 1165
ADHI - Kontrak baru 2015
PT Adhi Karya (ADHI) membukukan kontrak baru sepanjang tahun 2015 sebesar Rp 13.9 Triliun. Realisasi kontrak baru melampaui realisasi perolehan kontrak baru ADHI pada tahun 2014 senilai Rp 9.2 Triliun. Bisnis konstruksi masih mendominasi sebesar 90% sisanya merupakan lini bisnis lainnya. Seiring rencana peningkatan anggaran infrastruktur Pemerintah tahun ini, ADHI menargetkan kontrak baru senilai Rp 25.1 Triliun. Dari target perolehan kontrak tersebut lini bisnis konstruksi ditargetkan berkontribusi sebesar 75.1%, EPC 6.9%, properti 8.6% dan manufaktur pracetak sebesar 9.4%. ADHI menganggarkan belanja modal tahun ini mencapai Rp 1.1 Triliun termasuk investasi aset tetap senilai Rp 404.5 Miliar, serta penyertaan pada berbagai proyek investasi senilai Rp 750 Miliar.
BEST - Target marketing sales
PT Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) menargetkan marketing sales lahan industri tahun ini seluas 25 Ha-30 Ha. Target tersebut naik 38%-66% dibandingkan realisasi marketing sales tahun 2015 seluas 18 Ha senilai Rp 390 Miliar. BEST telah menganggarkan dana sekitar Rp 700 Miliar hingga Rp 800 Miliar untuk ekspansi tahun ini. Sekitar Rp 400 Miliar hingga Rp 500 Miliar akan digunakan untuk akuisisi lahan dan pembangunan infrastruktur dan sisa dana sekitar Rp 300 Miliar untuk mengembangkan hotel, gedung perkantoran dan pergudangan. Dana ekspansi berasal dari kas internal dan pinjaman bank.
MAPI - Target 2016
Manajemen PT Mitra Adiperkasa (MAPI) menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 12% hingga 13% tahun ini dengan mengandalkan existing brand. Pertumbuhan usaha diharapkan berasal dari MAPeMALL dan MAP CLUB. MAP menargetkan perluasan gerai tahun ini mencapai 50,000 m². Belanja modal tahun ini ditargetkan sebesar Rp 500 Miliar yang akan berasal dari kas internal. Saat ini MAPI tercatat menaungi lebih dari 150 merek ritel internasional. Pada akhir September 2015 jumlah gerai ritel MAPI tercatat sebanyak 1,870 gerai yang tersebar di 66 kota di Indonesia.
SSIA - Ekspansi kawasan industry
PT Surya Semesta Internusa (SSIA) melalui anak usaha, PT SLP Surya Ticon Internusa yang merupakan perusahaan patungan antara Mitsui Co Ltd dan Ticon Industrial Connection Plc akan berinvestasi sebesar Rp 700 Miliar untuk mengembangkan kawasan industri di Karawang. Perusahaan patungan memiliki lahan seluas 22 Ha di Karawang yang akan dikembangkan dalam tiga tahap. Saat ini SSIA tengah memasuki pengembangan tahap kedua diatas lahan seluas 70,000 m² dengan investasi pada lahan dan bangunan senilai Rp 300 Miliar. Dalam pengembangan tahap kedua, SLP akan membangun 12 gudang siap sewa dan 7 bangunan pabrik siap pakai. Fasilitas penyewaan pergudangan dan pabrik tahap kedua tersebut akan resmi beroperasi secara komersial pada Juli dan September 2016.