Daily News 20/01

January 20, 2016 No. 1166
CSAP - Belanja modal

PT Catur Sentosa Adiprana (CSAP) menganggarkan dana belanja modal senilai Rp 300 Miliar hingga Rp 320 Miliar tahun ini. Alokasi untuk lini bisnis ritel sekitar Rp 250 Miliar, akan dialokasikan untuk membangun tiga gerai Mitra 10 di BSD dengan luas area 7,000 m², di Lampung dengan luas 1,800 m² dan Pekayon dengan luas 3,000 m². CSAP menargetkan ketiga gerai mulai beroperasi pada 2H 2016 dan penjualan Mitra 10 tumbuh 20% pada tahun ini. Sama seperti tahun lalu, CSAP tidak berencana menambah jumlah gerai furnitur, Atria. Saat ini, CSAP memiliki 10 gerai Atria dan 21 gerai Mitra 10. Sisa dana belanja modal senilai Rp 50 Miliar hingga Rp 70 Miliar dialokasikan untuk peremajaan bangunan kantor, distribusi, serta pembelian peralatan.
PPRO - Belanja modal
PT PP Properti (PPRO) menganggarkan dana Rp 400 Miliar untuk akuisisi lahan di Surabaya, Jabodetabek, dan Bandung tahun ini. Dana akuisisi lahan sekitar 35% dari belanja modal yang dianggarkan tahun ini sekitar Rp 1.12 Triliun. Selain untuk akuisisi lahan, dana belanja modal akan digunakan untuk pembangunan mal, pengembangan mal, serta penyertaan modal pada perusahaan patungan. Sumber dana belanja modal tahun ini berasal dari kas dan pendanaan eksternal. PPRO menargetkan marketing sales sekitar Rp 1.96 Triliun tahun ini, naik dari realisasi tahun lalu sebesar Rp 1.32 Triliun.
SRIL - Rencana emisi obligasi
PT Sri Rejeki Isman (SRIL) berencana menerbitkan obligasi global senilai US$ 420 Juta (sekitar Rp 5.8 Triliun). Dana hasil emisi obligasi akan digunakan untuk refinancing utang. Rencana tersebut telah mendapat persetujuan RUPSLB dimana manajemen diberi waktu hingga Agustus 2016 untuk menerbitkannya. Rencana emisi obligasi global akan disesuaikan dengan kondisi pasar global yang saat ini dinilai belum kondusif. SRIL berencana melakukan refinancing atas utang senilai US$ 320 Juta dimana US$ 270 Juta diantaranya merupakan utang kepada Golden Legacy Pte. Ltd., anak perusahaan SRIL di Singapura, yang jatuh tempo pada April 2019 dengan bunga 9% per tahun.
TAXI - Belanja modal
PT Express Transindo Utama (TAXI) menganggarkan dana belanja modal Rp 300 Miliar untuk peremajaan taksi lama sekitar 1,000 hingga 1,500 armada taksi reguler. Selain meremajakan armada, TAXI sedang mengkaji untuk mengganti armada sedan dengan jenis mobil multi purpose vehicle (MVP) di 1Q 2016. Pada tahun ini, TAXI tidak berencana memperluas operasional taksi dan fokus pada pengembangan jaringan teknologi informasi (TI) dan perbaikan layanan.
TMAS - Target Pendapatan
PT Pelayaran Tempuran Emas (TMAS) menargetkan pendapatan tahun ini sebesar Rp 2.2 Triliun, naik 37.5%Yoy dibanding realisasi tahun lalu sebesar Rp 1.6 Triliun. Peningkatan pendapatan akan didukung oleh penambahan kapal perseroan menjadi 25 unit kapal dari sebelumnya 23 unit kapal sehingga meningkatkan kapasitas angkut sebesar 25%. Tahun ini, perseroan berencana membeli 6 kapal baru dengan kapasitas 380 TEUs.