Daily News 21/01
January 21, 2016 No. 1167
BBRI - Realisasi buyback
PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) telah merealisasikan program pembelian kembali (buyback) saham perseroan sebanyak 221.71 juta lembar senilai Rp 2.41 Triliun. Harga rata-rata buyback saham perseroan sebesar Rp 10,910, masih dibawah harga rata-rata penutupan saham perseroan selama periode buyback yang sebesar Rp 10,991. Sebelumnya BBRI mengumumkan bahwa perseroan menyiapkan dana buyback saham sebesar Rp 2.5 Triliun yang akan dilakukan selama tiga bulan sejak 12 Oktober 2015 hingga 12 Januari 2016.
BSDE - Marketing sales
PT Bumi Serpong Damai (BSDE) membukukan marketing sales sebesar Rp 6.8 Triliun, sekitar 90% dari target tahun lalu senilai Rp 7.5 Triliun. Kendati tidak mencapai target, marketing sales BSDE tumbuh Rp 3.8 Triliun dibandingkan realisasi tahun 2014 senilai Rp 6.5 Triliun. BSDE tidak mampu mencapai target dikarenakan peluncuran tiga proyek baru tertunda dengan target perolehan marketing sales Rp 800 Miliar. Ketiga proyek tersebut adalah apartemen Aerium Taman Permata Buana (Jakarta Barat), Apartemen di Tanjung Barat, dan Samarinda Residence (Kalimantan Timur).
SSIA - Rencana pembentukan JV dengan pemilik lahan PT Surya Semesta Internusa (SSIA) mengkaji pembentukan perusahaan patungan atau joint venture dengan pemilik lahan atau bekerjasama dengan perusahaan lain untuk memperluas kawasan industri Suryacipta Karawang untuk mengatasi keterbatasan lahan. Luas lahan tersebut diperkirakan lebih dari 100 Ha. Sementara itu penjualan lahan industri di Subang (Jawa Barat) direncanakan dimulai pada tahun 2017. Tahun lalu, SSIA berhasil membebaskan lahan seluas 360 Ha dari target awal 500 Ha. Tahun ini, SSIA menargetkan dapat mengakuisisi lahan 300 Ha lagi dengan anggaran dana sekitar Rp 500 Miliar. Marketing sales lahan industri tahun ini ditargetkan mencapai 30 Ha, naik 41% dari realisasi tahun lalu seluas 21.2 Ha.
TBIG - Rencana ekspansi
PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) menyiapkan dana ekspansi sekitar Rp 1.5 Triliun hingga Rp 2 Triliun tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untuk mengejar target penambahan penyewa menara baru secara organik sebanyak 1,500 hingga 2,000 tenant. Perseroan mengincar tenant-tenant baru pada wilayah operasi di seluruh Indonesia, termasuk di Kawasan timur Indonesia seperti Ambon, Maluku, dan Papua. Sampai dengan akhir tahun lalu, perseroan telah memiliki sekitar 20,000 tenant. Dengan demikian, jika perseroan menargetkan menambah 1,000-2,000 tenant baru, pertumbuhan yang diincar sepanjang 2016 sekitar 5%-10%.