Daily News 22/01

January 22, 2016 No. 1168
AISA & GOLL - Penjelasan atas volatilitas saham

Dalam pentelasan atas pertanyaan BEI atas volatilitas pergerakan harga saham, manajemen PT Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) mengungkapkan bahwa salah satu anak perusahaan, PT Bumiraya Investindo (BRI) tengah melakukan negosiasi dengan para kreditur dimana materi negosiasi masih bersifat rahasia. AISA membeli BRI pada tahun 2008 lalu, dimana pada tahun 2010 BRI mengakuisisi 5 perusahaan perkebunan kelapa sawit. Beberapa tahun setelahnya BRI diakuisisi anak perusahaan AISA, PT Golden Plantation (GOLL), yang kemudian melakukan IPO pada 23 Desember 2014. Dalam laporan keuangan 9M 2015, anak perusahaan GOLL tercatat menerima fasilitas pinjaman sindikasi senilai total Rp 1.09 Triliun pada 26 Juni 2014 yang akan jatuh tempo pada 30 Juni 2019 yang dapat diperpanjang hingga 2 tahun. Manajemen tengah mengkaji rencana buyback saham yang masih dalam tahap komunikasi dengan BEI dan OJK terkait persetujuan dan prosedur persyaratan.
DILD- Marketing sales
PT Intiland Development (DILD) membukukan marketing sales sebesar Rp 1.9 Triliun tahun lalu, turun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 2.5 Triliun. Kontribusi terbesar marketing sales berasal dari proyek mixed-use dan high rise sebesar Rp 897 Miliar atau setara 48% total marketing sales. Sedangkan sisanya berasal dari penjualan rumah tapak sebesar 28% terhadap marketing sales dan investment property tercatat sebesar Rp 254 Miliar atau 14% dari total marketing sales. Penjualan lahan industri hanya berkontribusi sebesar 10% terhadap marketing sales. Penurunan marketing sales diakibatkan pelemahan ekonomi yang berdampak terhadap penurunan daya beli konsumen serta sentimen ketidakpastian regulasi terkait pajak barang mewah (PPNBM) dan PPh 22.
KREN - Bisnis satelit
PT Kresna Graha Investama (KREN) akan ekspansi ke bisnis jasa satelit atau mobile satellite services dengan menanamkan investasi atas 25% saham PT Dini Nusa Kusuma (DNK). DNK merupakan perusahaan nasional yang bergerak di bidang telekomunikasi dan teknologi informasi berbasis satelit. DNK juga pemegang izin resmi layanan satelit komunikasi Inmarsat-4 di Indonesia yang memberikan layanan MSS kepada lebih dari 150 pelanggan di Indonesia. KREN menilai DNK didukung kondisi Indonesia dari sisi geografis dan demografi serta adanya program-program infrastruktur Pemerintah. Manajemen KREN mengungkapkan DNK dapat menciptakan nilai sinergi bagi bisnis perusahaan terutama di bidang e-commerce, infrastructure enabler.
WIKA & JSMR - Groundbreaking pembangunan jalur kereta cepat
Proyek kereta cepat atau high speed railway (HSR) yang menghubungkan Jakarta-Bandung diresmikan Presiden Joko Widodo pada tanggal 21 Januari 2016 di Walini (Bandung Barat). Pembangunan tersebut ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2018 dan pengoperasiannya dimulai pada awal tahun 2019 dengan investasi proyek senilai US$ 5.57 Miliar dan tidak menggunakan dana APBN. HSR dapat mengangkut rata-rata 29,000 orang per hari beroperasi 18 jam per hari dengan kecepatan maksimum 350km per jam. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang merupakan konsorsium gabungan, 60% saham milik PT Sinergi BUMN Indonesia dan 40% digenggam oleh China Railway International Co. Ltd., akan mengerjakan pembangunan proyek tersebut. PT Wijaya Karya (WIKA) menjadi pemimpin konsorsium dengan porsi 38% saham PT Sinergi BUMN Indonesia, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memiliki 25% saham, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII memiliki 25% saham, dan PT Jasa Marga (JSMR) memiliki 12% saham.