Daily News 22/02

February 22, 2016 No. 1188
ACES - Rencana bisnis e-commerce

PT Ace Hardware (ACES) berencana meluncurkan proyek e-commerce pada pertengahan tahun ini dan akan memisahkan pengelolaaan gerai online dengan gerai fisik yang sudah ada. Sebelumnya, ACES telah menjual produk di e-commerce melalui anak usaha bernama PT Toys Kingdom Indonesia. Manajemen ACES mengungkapkan tidak membutuhkan anggaran terlalu besar untuk meluncurkan bisnis e-commerce. ACES telah menutup gerai di Binjai, Sumatera Utara seluas 2,400 M² pada 27 Januari lalu karena kinerja gerai yang tidak sesuai ekspetasi. Tahun ini ACES menargetkan membuka 8 hingga 10 gerai baru dengan mayoritas gerai akan berada di Pulau Jawa.
APLN - Target marketing sales
PT Agung Podomoro Land (APLN) menargekan marketing sales tahun ini sekitar Rp 3 Triliun hingga Rp 3.5 Triliun, turun dibandingkan target marketing sales tahun lalu sebesar Rp 6.5 Triliun. Realisasi marketing sales tahun lalu diperkirakan hanya mencapai 50% dari target. Hingga September 2015 perseroan baru membukukan marketing sales sebesar Rp 1.74 Triliun. Peningkatan marketing sales akan didukung dari proyek perseroan yaitu Apartemen Podomoro Golf, Podomoro Park di Klender, serta beberapa proyek yang tengah berjalan seperti apartemen murah di Cimanggis, Depok (Jawa Barat) dan reklamasi pulau teluk Jakarta.
DAJK - Revisi target penjualan
PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo (DAJK) merevisi target pertumbuhan kinerja penjualan yang sebelumnya ditetapkan sebesar 30%-40% pada tahun ini. Revisi tersebut setelah kebakaran sebagian pabrik corrugated carton 3 di Jatiuwung (Tangerang) pada akhir Desember 2015. Kebakaran tersebut menyebabkan perusahaan kehilangan satu lini produksi. Manajemen DAJK memperkirakan realisasi total penjualan tahun 2015 sekitar Rp 1 Triiun dan pada tahun ini setelah kebakaran naik sekitar 20%-25% menjadi Rp 1.2 Triliun-Rp 1.25 Triliun. Selain itu, DAJK juga mengurangi dana belanja modal menjadi Rp 550 Miliar dari Rp 750 Miliar sepanjang tahun ini.
HITS - Rencana diversifikasi bisnis
PT Humpuss Intermoda Transportasi (HITS) berencana melakukan diversifikasi bisnis dengan masuk pada bisnis pengerukan pasir. HITS menyiapkan dana antara US$ 20 Juta hingga US$ 100 Juta untuk membeli kapal yang akan menggarap bisnis tersebut. Rencana diversifikasi bisnis tersebut akan direalisasikan pada 2H 2016 untuk mendukung program tol laut pemerintah. HITS akan bekerja sama dengan mitra asing untuk bisnis pengerukan pasir dengan membentuk joint operation (JO) untuk menjalankan bisnis ini sehingga lebih efisien. Selain itu, HITS juga berencana untuk mengakuisisi perusahaan distributor gas pada tahun ini.
TELE - Target pendapatan
PT Tiphone Mobile (TELE) menargetkan kenaikan pendapatan sebesar Rp 30% menjadi Rp 26 Triliun tahun ini dibandingkan ekspektasi tahun lalu sebesar Rp 20 Triliun. Sedangkan laba bersih diharapkan naik dari estimasi Rp 300 Miliar menjadi Rp 442 Miliar. Penjualan voucher isi ulang pulsa telepon selular diperkirakan tetap menjadi penyumbang terbesar sekitar 77% terhadap total pendapatan tahun ini. Perseroan menargetkan penjualan voucher isi ulang pulsa tahun ini sebesar Rp 20 Triliun, sedangkan kontribusi pendapatan lainnya datang dari penjualan handset dengan target Rp 6 Triliun dari target pendapatan.
WIKA - Tunda rencana emisi obligasi
Manajemen PT Wijaya Karya (WIKA) memutuskan menunda rencana emisi obligasi tahun ini. WIKA telah memiliki komitmen pinjaman bank senilai total Rp 3 Triliun yang belum ditarik. Kebutuhan pendanaan akan tergantung dariditerima atau tidaknya Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam APBN-P 2016. Apabila Pemerintah dan DPR sepakat memberi PMN senilai Rp 4 Triliun seperti usulan awal dari Kementerian BUMN maka WIKA diperkirakan membutuhkan pendanaan eksternal senilai Rp 3 Triliun. Namun demikian jika PMN tidak disetujui maka kebutuhan dana eksternal hanya sebesar Rp 1.6 Triliun. WIKA mengalokasikan dana belanja modal senilai Rp 10 Triliun tahun ini.