Daily News 23/02
February 23, 2016 No. 1189
BIRD - Pinjaman sindikasi
PT Blue Bird (BIRD) mendapatkan fasilitas pinjaman senilai Rp 1.6 Triliun dari PT Bank Mandiri (BMRI). Pinjaman ini dialokasikan untuk penambahan atau peremejaan armada taksi, bus, dan rental berikut perlengkapan armadanya. Pinjaman juga akan digunakan untuk membiayai pembangunan/refinancing asset kantor/pool, serta sarana pendukungnya. Tahun ini BIRD mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 1.5 Triliun hingga Rp 1.7 Triliun.
CSAP - Rencana rights issue
PT Catur Sentosa Adiprana (CSAP) berencana menerbitkan 1.15 miliar lembar saham baru melalui proses rights issue. Penawaran Umum Terbatas I ini akan memberikan efek dilusi maksimum sebesar 40%. Saat ini perseroan belum menentukan harga saham baru dalam rights issue. CSAP berencana menggunakan dana hasil rights issue untuk penambahan jumlah toko Mitra 10. Manajemen menargetkan beberapa kota besar untuk penambahan gerai baru di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan dan Sulawesi. Sisa dana dari rights issue akan digunakan untuk modal kerja dan belanja modal perseroan. CSAP menganggarkan belanja modal sebesar Rp 200 Miliar tahun ini untuk membuka empat gerai Mitra 10.
NIRO- Target okupansi
PT Nirvana Development (NIRO) menargetkan kenaikan okupansi tahun ini sebesar 80%, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tingkat okupansi tahun lalu sebesar 71%. Untuk mencapai target tersebut perseroan akan menerapkan strategi mix tenancy dan bekerjasama dengan pemain lokal. Perseroan juga akan menaikan tarif sewa pusat perbelanjaan hingga 20% tahun ini. Hingga 2015 NIRO telah mengoperasikan pusat perbelanjaan di 6 kota: Cirebon, Solo, Sampit, Pangkalan bun, Kapuas, dan Ketapang. Tahun ini perseroan akan membuka 7-10 pusat perbelanjaan baru dengan nilai total investasi sebesar Rp 800 Miliar hingga Rp 1 Triliun.
SGRO - Lanjutkan program buyback saham
PT Sampoerna Agro (SGRO) melanjutkan program buyback saham dengan alokasi dana mencapai Rp 190 Miliar yang akan dilakukan hingga 22 Mei 2016. Program buyback tersebut merupakan tahap kedua setelah tahap pertama SGRO hanya dapat menyerap 2.9% dari total saham beredar. PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai broker pelaksana buyback. SMGR - Kinerja FY 2015 PT Semen Indonesia (SMGR) membukukan penurunan laba bersih FY 2015 sebesar 18.7%Yoy menjadi Rp 4.52 Triliun Vs Rp 5.56 Triliun pada FY 2014 lalu. Pendapatan SMGR hanya turun 0.1%Yoy menjadi Rp 26.95 Triliun tahun lalu namun naiknya biaya memicu penurunan laba kotor sebesar 8%Yoy menjadi Rp 10.64 Triliun.