Daily News 24/02

February 24, 2016 No. 1190
Banking Sector - Pemerintah terapkan bunga maksimum

Untuk menurunkan bunga pinjaman menjadi kisaran 9% pada akhir tahun ini, Menko Perekonomian menyatakan besaran bunga deposito untuk BUMN dan Kementerian/Lembaga (K/L) akan dibatasi maksimum 1% diatas tingkat inflasi. Pemerintah akan menahan inflasi pada level 4% tahun ini. Sementara itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga berencana membatasi bunga khusus maksimum sebesar 100 basis poin diatas BI Rate. Saat ini batasan atas bunga khusus ditetapkan maksimum sebesar 200 basis poin diatas BI Rate untuk kategori bank BUKU IV dan 225 basis poin diatas BI Rate untuk bank BUKU III.
AUTO - Fokus pasar after sales service
PT Astra Otoparts (AUTO) membukukan kenaikan penjualan after sales service Januari 2016 sebesar 15%Yoy dibandingkan dengan Januari 2015. AUTO menargetkan komposisi penjualan seimbang antara pasar after sales service dan pasar korporasi berupa original equipment manufacturer (OEM) pada tahun ini. Tahun lalu, kontribusi penjualan OEM masih mendominasi hingga 55%. AUTO juga menargetkan pertumbuhan penjualan pasar after sales service pada tahun ini sebesar 10% sementara target pertumbuhan penjualan OEM tahun ini lebih kecil sekitar 7%-8%. Manajemen AUTO mengungkapkan penjualan OEM masih akan melemah sehingga perusahaan menargetkan kenaikan dari pasar after sales service.
BMRI - Kinerja FY 2015
PT Bank Mandiri (BMRI) membukukan kenaikan laba bersih FY 2015 sebesar 2.3%Yoy menjadi Rp 20.33 Triliun Vs Rp 19.87 Triliun pada FY 2014 lalu. Pendapatan bunga bersih tercatat naik sebesar 16%Yoy menjadi Rp 48.5 Triliun. Pendapatan operasional BMRI naik 1.4%Yoy menjadi Rp 26.34 Triliun tahun lalu. Posisi CAR tercatat sebesar 18.6% tahun lalu (16.6% pada 2014) dengan NPL Gross sebesar 2.29% (1.66% pada 2014), ROE 23.03% (25.81% pada 2014), dan LDR 87.05% (82.02% pada 2014). Posisi NIM BMRI tercatat sebesar 5.9% pada akhir tahun lalu.
BNII - Kinerja FY 2015
PT Bank Maybank Indonesia (BNII) membukukan kenaikan laba bersih tahun lalu sebesar 61% Yoy menjadi Rp 1.13 Triliun Vs Rp 708 Miliar pada 2014 lalu. Pendapatan bunga bersih tercatat naik sebesar 9%Yoy menjadi Rp 6.4 Triliun tahun lalu. Posisi CAR pada akhir 2015 tercatat seebesar 15.17% (15.76% pada 2014) dengan NPL Gross 3.67% ( 2.23% pada 2014) ROE 8.47% (6.10% pada 2013) dan LDR 90.6% (96.44% pada 2014). Posisi NIM BNII tercatat sebesar 4.84% pada akhir tahun lalu.
HITS - Rencana ekspansi
PT Hunpuss Intermoda (HITS) berencana memasuki bisnis pengerukan pasir laut (dredging) dengan nilai investasi sebesar US$ 20 hingga US$ 100 Juta. Saat ini perseroan tengah mengkaji kemungkinan joint operation dengan perusahaan lain seperti Belanda atau Belgia. Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian kapal pengeruk pasir laut. Bisnis baru tersebut memiliki potensi yang besar karena saat ini pemerintah tengah mengupayakan pembangunan pelabuhan untuk program tol laut. Selain bisnis dredging, perseroan juga tengah menjajaki akuisisi perusahaan distribusi gas dengan target dapat mengakuisisi kepemilikan mayoritas hingga 75% pada salah satu perusahaan distribusi gas swasta.
ROTI - Kerjasama dengan Monde Nissin
PT Nippon Indosari Corpindo (ROTI) mulai ekspansi ke wilayah Asia Tenggara dengan mendirikan usaha joint venture di Filipina. ROTI bekerjasama dengan Monde Nissin Corporation (MNC), salah satu produsen dan distributor makanan terbesar di Filipina. Dua perusahaan ini sepakat mendirikan perusahaan makanan bernama Sarimonde Foods Corporation dan ROTI akan menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 55% atau senilai US$ 6.8 Juta. Sisanya dimiliki oleh MNC 45% atau senilai US$ 5.6 juta. Kerjasama tersebut ditandatangi pada 18 Februari lalu. Perusahaan tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2017.
WSKT - Akuisisi15% saham Jasamarga Kualanamu
PT Waskita Karya (WSKT) melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Roas, mengakuisisi 15% saham PT Jasamarga Kualanamu (JMKT) dari PT Hutama Karya senilai Rp 31.2 Miliar. Transaksi tersebut terlaksana pada 22 Februari lalu. Transaksi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kinerja usaha perseroan dari investasi infrastruktur jalan tol yang berpotensi akan meningkatkan laba perusahaan. WSKT menargetkan laba bersih tahun ini sekitar Rp 2 Triliun, naik 92.3% dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp 1.04 Triliun.