Daily News 25/02
February 25, 2016 No. 1191
AALI - Kinerja FY 2015
PT Astra Agro Lestari (AALI) membukukan penurunan laba bersih 2015 sebesar 75.3%Yoy menjadi Rp 619.1 Miliar Vs Rp 2.5 Triliun pada 2014 lalu. Turunnya kinerja diakibatkan oleh penurunan penjualan sebesar 19.9%Yoy menjadi Rp 13.06 Triliun tahun lalu Vs Rp 16.3 Triliun pada 2014. Penurunan harga jual rata-rata menekan kinerja laba kotor yang tercatat turun 37.8%Yoy menjadi Rp 3.08 Triliun tahun lalu.
BNGA - Kinerja FY 2015
PT Bank Cimb Niaga (BNG) membukukan penurunan laba bersih tahun lalu sebesar 44%Yoy menjadi Rp 196.19 Miliar Vs Rp 351.25 Miliar pada 2014 lalu. Pendapatan bunga bersih tercatat naik sebesar 7% Yoy menjadi Rp 11.38 Triliun tahun lalu. Posisi CAR pada akhir 2015 tercatat sebesar 16.28% (15.58% pada 2014) dengan NPL Gross 3.74% (3.90% pada 2014), ROE 1.55% (9.02% pada 2014), dan LDR 97.98 (99.46% pada 2014). Posisi NIM BNGA tercatat sebesar 5.21% pada akhir tahun lalu.
DMAS - Target penjualan lahan industri
PT Puradelta Lestari (DMAS) menargetkan marketing sales senilai Rp 1.3 Triliun tahun ini, lebih rendah 23.5% dibandingkan dengan realisasi marketing sales tahun lalu senilai Rp 1.7 Triliun. Manajemen mengungkapkan target yang lebih rendah karena kondisi ekonomi tahun 2016 diperkirakan belum membaik, diman realisasi paket kebijakan ekonomi Pemerintah membutuhkan waktu sebelum benar-benar menjadi efektif. DMAS menargetkan penjualan 50 Ha lahan industri di Greenland International Industrial Center (GIIC) Cikarang (Jawa Barat). Target tersebut turun dibandingkan penjualan lahan industri per 3Q 2015 sebesar 90 Ha. Oleh karena itu, DMAS berencana menaikkan harga jual 10%-15% tahun ini untuk mengkompensasi penurunan target luas lahan industri yang dijual.
ELSA - Kinerja FY 2015
PT Elnusa (ELSA) membukukan penurunan laba bersih 2015 sebesar 11.8%Yoy menjadi Rp 375.4 Miliar Vs Rp 425.8 Miliar pada 2014 lalu. Turunnya kinerja diakibatkan oleh penurunan pendapatan sebesar 10.5%Yoy menjadi Rp 3.77 Triliun tahun lalu Vs Rp 4.22 Triliun pada 2014. Laba kotor ELSA turun 5.4%Yoy menjadi Rp 718.8 Miliar tahun lalu.
ITMG - Belanja modal
PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) merevisi asumsi belanja modal tahun ini dari US$ 60 Juta menjadi sekitar US$ 40 Juta karena belum membaiknya pasar batubara. Belanja modal akan berasal dari kas internal, akan digunakan untuk modal kerja produksi batubara yang ditargetkan mencapai 26.9 juta ton tahun ini. Sepanjang tahun 2015 ITMG menjual 28.2 juta ton batubara dengan rata-rata harga jual senilai US$ 56.4 per ton, turun sekitar 16%Yoy. ITMG berencana mendapatkan lahan tambang baru, baik akuisisi maupun kerjasama untuk masuk bisnis pembangkit listrik.
KIJA- Rencana ekpansi
PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) akan membangun proyek kota fesyen dengan nilai investasi sebesar Rp 20 Triliun. Sesuai rencana kota fesyen tersebut akan dibangun di pusat-pusat desain dan teknologi tekstil, serta penyediaan bahan baku tekstil yang murah, sehingga pusat logistik berikat juga akan dibangun di dalamnya. Saat ini perseroan masih berunding untuk pengembangan KIK dengan mitra patungangan usaha di proyek tersebut, yaitu Sembawang Corporation ( Sembcorp) Development Ltd. Tahap pertama, proyek ini akan memanfaatkan lahan seluas 100 Ha atau 3.7% dari total lahan KIK seluas 2,700 Ha.
PPRO - Pinjaman sindikasi
PT PP Properti (PPRO) memperoleh pinjaman talangan (bridging loan) sebesar Rp 400 Miliar dari Bank ICBC. Pinjaman tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan Grand Kamala Lagoon di Bekasi, khususnya untuk pembangunan Barclay tower. Barclay tower merupakan menara ke 2 dari 40 menara yang direncanakan dibangun di kawasan GKL, yang memiliki luas area 28.2 Ha di Kalimalang. Sampai dengan 31 Januari 2016, Tower Barclay dengan tinggi 44 lantai telah mencapai 40% penyelesaian dan ditargetkan selesai pada tahun 2018. Tower ini telah terjual sebanyak 50% dari 2,028 unit dengan harga jual berkisar Rp 500 Juta hingga Rp 600 Juta per unit atau Rp 20 Juta per m².