Daily News 26/02

February 26, 2016 No. 1192
Makroekonomi - DPR tunda pembahasan RUU tax amnesty

Seluruh fraksi dalam rapat Badan Musyawarah DPR menyepakati menunda pembahasan Rancangan Undang-Undang Pengampunan Pajak (RUU tax amnesty), sehingga RUU tersebut tidak akan dibawa dalam rapat paripurna DPR 1 Maret mendatang. Alasan penundaan dikarenakan pimpinan fraksi belum menerima lengkap naskah akademik RUU tersebut. Sebelumnya untuk membahas RAPBN-P 2016, Pemerintah memasukkan potensi pendapatan pajak dari tax amnesty dalam penerimaan pajak tahun ini. Penurunan asumsi penerimaan negara berpotensi mengurangi dana alokasi belanja negara.
ADHI- Kinerja FY 2015
PT Adhi Karya (ADHI) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 41%yoy menjadi sebesar Rp 463.68 Miliar Vs 329.07 Miliar pada 2014 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh keniakan pendapatan usaha sebesar 9%Yoy menjadi 9.38 triliun tahun lalu. Laba operaasi tercatat naik sebesar 17%Yoy menjadi Rp 850.72 Miliar pada 2015.
ASII - Kinerja FY 2015
PT Astra International (ASII) membukukan penurunan laba bersih 2015 sebesar 24.6%Yoy menjadi Rp 14.46 Triliun Vs Rp 19.19 Triliun pada 2014 lalu. Turunnya kinerja diakibatkan oleh penurunan pendapatan sebesar 8.7%Yoy menjadi Rp 184.2 Triliun tahun lalu Vs Rp 201.7 Triliun pada 2014. Laba kotor ASII tercatat turun 5.4%Yoy menjadi Rp 36.71 Triliun tahun lalu. Kinerja laba bersih ASII tahun lalu tertekan akibat pencatatan rugi atas penyesuaian asset (impairment loss) unit pertambangan dibawah PT United Tractors (UNTR) senilai Rp 5.25 Triliun dibandingkan pencatatan rugi atas pos yang sama senilai Rp 2.74 Triliun pada tahun 2014 lalu.
LSIP - Kinerja FY 2015
PT PP London Sumatra Indonesia (LSIP) membukukan penurunan laba bersih 2015 sebesar 32.9%Yoy menjadi Rp 623.31 MIliar Vs Rp 929.41 Miliar pada 2014 lalu. Turunnya kinerja diakibatkan oleh penurunan penjualan sebesar 11.3%Yoy menjadi Rp 4.18 Triliun Vs Rp 4.72 Triliun pada 2014. Laba usaha LSIP tercatat turun 33.5%Yoy menjadi Rp 835.91 Miliar tahun lalu.
MAIN - Belanja modal
PT Malindo Feedmill (MAIN) mengalokasikan belanja modal tahun ini sebesar Rp 400 Miliar-Rp 500 Miliar. Belanja modal akan dialokasikan untuk feedmill dan breeding boiler. Selain itu, perseroan juga akan membangun pabrik pakan ternak yang berlokasi di Palembang (Sumatera Selatan). Dana belanja modal akan berasal dari kas internal sebesar 30%, sedangkan sisanya sebesar 70% berasal dari perbankan. Tahun ini, perseroan akan fokus pada pasar Indonesia, karena konsumsi daging ayam masyarakat Indonesia sangat rendah, baru sekitar 9.8 kg per tahun dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura yang konsumsi daging ayamnya sudah menyentuh 40 kg per tahun.
SIMP - Kinerja FY 2015
PT Salim Ivomas Pratama (SIMP) membukukan penurunan laba bersih 2015 sebesar 69.45%Yoy menjadi Rp 264.49 MIliar Vs Rp 865.82 Miliar pada 2014 lalu. Turunnya kinerja diakibatkan oleh penurunan penjualan sebesar 7.5%Yoy menjadi Rp 13.83 Triliun Vs Rp 14.96 Triliun pada 2014. Laba usaha LSIP tercatat turun 34.2%Yoy menjadi Rp 1.63 Triliun tahun lalu.
UNTR - Kinerja FY 2015
PT United Tractors (UNTR) membukukan penurunan laba bersih 2015 sebesar 28.1%Yoy menjadi Rp 3.85 Triliun Vs Rp 5.36 Triliun pada 2014 lalu. Turunnya kinerja diakibatkan oleh penurunan pendapatan sebesar 7.1%Yoy menjadi Rp 49.35 Triliun tahun lalu Vs Rp 53.14 Triliun pada 2014. Pendapatan divisi alat berat dan kontraktor pertambangan turun 9%Yoy masing-masing menjadi Rp 13.63 Triliun dan Rp 30.54 Triliun tahun lalu. Pendapatan divisi pertambangan batubara turun 18%Yoy menjadi Rp 3.82 Triliun pada 2015. Laba kotor UNTR turun 3%Yoy menjadi Rp 11.7 Triliun tahun lalu. Kinerja laba bersih tertekan akibat pencatatan rugi atas penyesuaian asset (impairment loss) senilai Rp 5.25 Triliun dibandingkan pencatatan rugi atas pos yang sama senilai Rp 2.74 Triliun pada tahun 2014 lalu.