Daily News 01/03

March 01, 2016 No. 1194
GIAA - Pinjaman sindikasi

PT Garuda Indonesia (GIAA) mendapatkan pinjaman valuta asing senilai US$ 50 Juta dari PT Bank Panin (PNBN) dengan tenor satu tahun dan bunga LIBOR +3%. Pinjaman tersebut akan menambah kredit modal kerja perseroan menjadi Rp 5.4 Triliun. Sebelumnya pada pekan lalu, GIAA mendapat komitmen pinjaman dari tiga bank BUMN senilai total Rp 4.74 Triliun dengan rincian PT Bank Mandiri (BMRI) sebesar Rp 1 Triliun, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) sebesar Rp 2 Triliun dan US$ 30 Juta, dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI) sebesar US$ 100 Juta. Saat ini komposisi pinjaman long term dan short term perusahaan 50:50 dengan total loan sebesar US$ 1.8 Miliar.
HERO - Rencana ekspansi
PT Hero Supermarket (HERO) berencana menambah gerai Giant Extra setelah menjual Starmart ke Wings Group. HERO akan menambah tiga gerai Giant Extra di Palambang (Sumatera Selatan), Manado (Sulawesi Utara), dan Lombok (Nusa Tenggara Barat). Rencana penambahan tiga gerai belum sebanding dengan jumlah 14 gerai Giant yang ditutup pada tahun lalu. HERO juga akan melakukan uji coba mengubah format gerai supermarket Hero dengan Giant Extra di pusat perbelanjaan Pondok Indah (Jakarta). Jika langkah perubahan format berhasil, HERO berencana mengubah format supermarket Hero di lokasi lain. HERO juga berencana menutup beberapa gerai Guardian. Tahun lalu HERO telah menutup sekitar 50 gerai Guardian.
KIJA- Target marketing sales
PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) menargetkan marketing sales tahun ini mencapai Rp 1.4 Triliun. Target tersebut naik 40% dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp 1 Triliun. Proyek kawasan industri Jababeka Cikarang ditargetkan dapat memberi kontribusi marketing sales sebesar Rp 1.15 Triliun sedangkan pembangunan kawasan industri di Kendal (Jawa Tengah) ditargetkan dapat memberi kontribusi marketing sales sebesar Rp 250 Miliar. Tahun ini KIJA mengalokasikan dana belanja modal senilai Rp 785 Miliar, naik 6.8% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 735 Miliar.
LPKR - Belanja modal
PT Lippo Karawaci (LPKR) mengalokasikan dana belanja modal senilai Rp 5 Triliun tahun ini. LPKR akan menggunakan dana tersebut untuk membiayai ekspansi perusahaan dan anak usahanya. Sumber dana belanja modal berasal dari kas internal dan utang bank. LPKR telah membatalkan rencana emisi obligasi sehingga LPKR akan meminjam dari bank sekitar Rp 1.5 Triliun hingga Rp 2 Triliun untuk menutup kebutuhan pendanaan. Manajemen mengungkapkan jika utang bank ditambah kas internal belum cukup mendanai belanja modal, maka LPKR akan mengambil dana dari penjualan aset melalui Dana Investasi Real Estate (DIRE).
UNTR - Statistik operasional 1M 2016
PT United Tractors (UNTR) membukukan penurunan penjualan alat berat bulan Januari lalu sebesar 25.4%Yoy menjadi 182 unit (+49.2%Mom) Vs 244 unit terjual pada Januari 2015. Kinerja divisi kontraktor pertambangan dibawah PT Pamapersada Nusantara (Pama) membukukan kenaikan volume pekerjaan pengupasan tanah (overburden removal) menjadi 52.7 juta bcm bulan Januari lalu dibandingkan 52.3 juta bcm pada Januari 2015. Produksi batubara Pama naik 3.8%Yoy menjadi 8.2 juta ton bulan lalu. Sementara itu kinerja divisi pertambangan batubara mencatatkan penurunan volume penjualan sebesar 27.1%Yoy menjadi 564,000 ton bulan lalu.