Daily News 02/03

March 02, 2016 No. 1195
NTA - Pinjaman sindikasi

PT Intraco Penta (INTA) menjajaki pinjaman senilai US$ 270 Juta untuk mendanai proyek PLTU senilai US$ 360 Juta yang akan dibangun di Desa Teluk Sepang, Kecamatan Kampung Melayu (Bengkulu) dengan kapasitas 2x100 MW. Proyek tersebut akan dikerjakan oleh PT Tenaga Listrik Bengkulu, perusahaan patungan antara anak usaha perseroan, PT Inti Daya Perkasa, dengan Sinohydro Hongkong Ltd.
SMRA - Rencana ekspansi
PT Summarecon Agung (SMRA) berencana meluncurkan 185 unit produk baru pada tiga proyek superblok untuk mencapai target marketing sales tahun ini senilai Rp 4.5 Triliun. SMRA akan merilis proyek hunian berupa 104 unit rumah tapak dan proyek komersial dengan 81 unit ruko. Rumah tapak akan diluncurkan di Summarecon Bandung sedangkan ruko akan diluncurkan di Summarecon Serpong dan Summarecon Bekasi. Selain dari produk baru, tahun ini SMRA masih mengandalkan penjualan Apartemen Premium The Kensington dan Summarecon Kelapa Gading.
WIKA - Kontrak baru
PT Wijaya Karya (WIKA) meraih kontrak baru senilai Rp 1.25 Triliun pada 2M 2016. Jumlah tersebut setara 2.4% dari target kontrak baru tahun ini senilai Rp 52.2 Triliun. Perolehan kontrak baru WIKA hinga Februari 2016 masih melambat 63%Yoy dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp 3.44 Triliun. Seluruh kontrak baru berasal dari proyek dalam negeri. Pada 29 Februari lalu WIKA menandatangani kontrak kerjasama dengan Kementerian ESDM terkait proyek strategis. Dari kerjasama itu WIKA akan menggarap jaringan gas Prabumulih (Sumatra Selatan) dengan bekerjama dengan Rekayasa Industri (Rekind) dan NK dengan nilai proyek mencapai Rp 296 Miliar. WIKA akan menjadi pemimin konsorsium dengan porsi 60%. Selain proyek jaringan gas, WIKA mendapat kepercayaan Kementerian ESDM menggarap proyek stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di Wilayah Bekasi. WSKT - Pengelolaan jalan tol
PT Waskita Karya (WSKT) dan PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo) akan membentuk perusahaan induk untuk mengelola jalan tol ruas Cimanggis-Cibitung sepanjang 26.3 Km dan Cibitung-Cilincing sepanjang 34 Km untuk meningkatkan sinergi. WSKT, melalui PT Waskita Toll Road (WTR) tercatat memiliki 90% saham ruas tol Cimanggis-Cibitung dimana PT Bakrie & Brothers (BNBR) dan PT Bakrie Toll Road (BTR) masing-masing tercatat memiliki 5% saham atas ruas tol tersebut. Pelindo tercatat memiliki 45% saham ruas tol Cibitung-Cilincing. WSKT berencana memasukkan kepemilikan saham ruas Cimanggis-Cibitung sebesar 60% dalam perusahaan induk yang akan dibentuk sedangkan Pelindo berencana memasukkan seluruh kepemilikan sahamnya atas ruas Cibitung-Cilincing. Ruas tol Cimanggis-Cibitung membutuhkan dana investasi senilai Rp 4.5 Triliun. Saat ini proses konstruksi baru mencapai 0.8% dengan luas lahan yang baru dibebaskan hanya mencapai 0.36% dari total kebutuhan 25.39 Km. Ruas tol tersebut ditargetkan beroperasi pada 2019.