Daily News 17/03

March 17, 2016 No. 1205
Construction Sector - Proyek KA cepat

Kementerian Perhubungan telah menandatangani kesepakatan perjanjian dengan PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) untuk memulai proyek senilai US$ 5.13 Miliar dalam 3 tahun terhitung sejak izin pembangunan prasarana dikeluarkan. Kesepakatan perjanjian tersebut menyebutkan masa konsesi berlangsung selama 50 tahun terhitung sejak 31 Mei 2019. Proyek tersebut tertunda sekitar 2 bulan karena izin konsesi dan izin pembangunan yang belum didapat. KCIC akan membangun jalur rel sepanjang 142.3 KM dengan tahap pertama konstruksi jalur sepanjang 5KM. PT Wijaya Karya (WIKA) ditujuk sebagai pimpinan konsorsium BUMN yang terdiri dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Perkebunan Negara VIII (PTPN VIII), dan PT Jasa Marga (JSMR).
BBKP - Kinerja FY 2015
PT Bank Bukopin (BBKP) membukukan kenaikan laba bersih 2015 sebesar 43.2%Yoy menjadi Rp 960.4 Miliar Vs Rp 670.5 Miliar pada 2014 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 17.1%Yoy menjadi Rp 2.9 Triliun tahun lalu Vs Rp 2.47 Triliun pada 2014. BBKP membukukan kenaikan laba operasi sebesar 34.5%Yoy menjadi Rp 1.17 Triliun tahun lalu. Pada akhir 2015 posisi CAR BBKP tercatat sebesar 13.56% (14.2% pada 2014) dengan NPL Gross 2.83% (2.78% pada 2014), ROE 14.8% (11.53% pada 2014), dan LDR 86.34% (83.89% pada 2014). Pada akhir 2015 posisi NIM BBKP tercatat sebesar 3.58%.
JSMR - Penyerahan aset jalan tol JORR seksi S
Kejaksaan Agung resmi menyerahkan aset berupa jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) seksi S ruas Pondok Pinang - Jagorawi atau lebih sering disebut jalan tol TB Simatupang kepada PT Hutama Karya. Penyerahan aset ini merupakan sengketa aset sejak tahun 1998. Ruas ini dioperasikan oleh PT Jasa Marga (JSMR) sejak tahun 2001. JSMR harus menyetorkan dana operasional JORR S sejak menjadi operator dengan nilai Rp 1.1 Triliun. Nilai tersebut adalah hasil operasional bersih setelah dikurangi biaya dan artinya, aset JSMR akan berkurang sejumlah nilai tersebut.
KIJA - Target pendapatan
PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) menargetkan pendapatan tahun ini mencapai Rp 3.4 Triliun, naik 13.3% dibandingkan target tahun lalu senilai Rp 3 Triliun. Sementara itu KIJA menargetkan perolehan marketing sales tahun ini sebesar Rp 1.4 Triliun, naik dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp 1 Triliun. Proyeksi tersebut diharapkan didorong oleh realisasi paket stimulus ekonomi yang telah diterbitkan. Perseroan mendapatkan keuntungan dari paket kebijakan ekonomi untuk mendorong perekomian lokal, diantaranya Cikarang Dry Port sebagai salah satu pusat logistik berikat. KIJA juga ditunjuk menjadi lokasi program kemudahan investasi langsung konstruksi (KILK).
SMCB - Kinerja FY 2015
PT Holcim Indonesia (SMCB) membukukan penurunan laba bersih FY 2015 sebesar 73.45%Yoy menjadi Rp 175.27 Miliar Vs Rp 659.87 Miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. SMCB juga membukukan penurunan penjualan sebesar 2.9%Yoy menjadi Rp 9.2 Triliun tahun lalu. Penurunan kinerja dikarenakan naiknya beban keuangan sebesar 99%Yoy menjadi Rp 563.6 Miliar.