Daily News 06/04

April 06, 2016 No. 1218
BALI - Ekspansi bisnis

PT Bali Towerindo Sentra (BALI) akan fokus menggarap bisnis kabel fiber optik di beberapa kota di Pulau Jawa dan Bali pada tahun ini setelah tahun lalu memaksimalkan pemanfaatan 4G. Walaupun akan membangun jaringan kabel fiber optik hingga Pulau Bali, perseroan tidak akan membangun jaringan kabel optik melalui laut dan akan memfokuskan pembangunan jaringan di darat. Sementara pada bisnis telekomunikasi, BALI menargetkan dapat merealisasikan pembangunan minimal 2,000 menara tahun ini setelah mendapat izin pembangunan 2,000 menara tahun lalu. Untuk membangun menara, BALI mengalokasikan dana lebih dari Rp 400 Miliar.
ITMG - Buyback saham
PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) membelanjakan dana sekitar Rp 39.32 Miliar untuk membeli kembali 5.97 juta lembar saham pada periode pembelian 15 Maret 2016-31 Maret 2016. Harga rata-rata buyback ITMG senilai Rp 6,578 per lembar saham. ITMG sebelumnya mengalokasikan dana maksimum Rp 1.36 Triliun untuk membeli kembali maksimum 112.99 juta lembar saham (10% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh). Periode buyback ITMG akan berlangsung hingga 25 Mei 2016.
SMRA - Marketing sales
PT Summarecon Agung (SMRA) membukukan marketing sales sebesar Rp 675 Miliar pada 1Q 2016, sekitar 15% dari target marketing sales Rp 4.5 Triliun tahun ini. Summarecon Bandung memberi kontribusi sekitar Rp 275 Miliar, Summarecon Serpong sekitar Rp 200 Miliar, Summarecon Bekasi sekitar Rp 120 Miliar, dan Summarecon Kelapa Gading sekitar Rp 80 Miliar.
SSMS - Kinerja FY 2015
PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) membukukan penurunan laba bersih sebesar 22%Yoy menjadi Rp 560.9 Miliar tahun lalu Vs Rp 722.6 Miliar pada 2014 lalu. Turunnya kinerja diakibatkan penurunan pendapatan usaha sebesar 9%Yoy menjadi Rp 2.37 Triliun. Laba operasi tercatat turun 10% menjadi Rp 882.5 Miliar pada 2015. TURI - pendapatan
PT Tunas Ridean (TURI) menargetkan pendapatan mencapai Rp 11 Triliun tahun ini, naik 10% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 10.15 Triliun. Target tersebut didukung paket kebijakan ekonomi yang diharapkan dapat menggerakan pasar. Dengan target pendapatan yang naik perseroan juga memperkirakan laba bersih naik menjadi Rp 320 Miliar dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 291.14 Miliar.