Daily News 13/04
April 13, 2016 No. 1223
AALI - Rencana rights issue
PT Astra Agro Lestari (AALI) telah mendapat persetujuan RUPSLB pada 11 April lalu untuk menerbitkan 450 juta lembar saham baru. Dengan target perolehan dana mencapai Rp 4 Triliun maka saham baru ditawarkan pada harga Rp 8,888.9 per lembar. Sebagai ilustrasi, mengacu pada penutupan harga per 8 April, setiap pemegang 4 lembar saham lama berhak membeli 1 lembar saham baru. Rencana rights issue menunggu pernyataan efektif yang ditargetkan diperoleh pada 23 Mei. Apabila berjalan sesuai rencana cum rights ditetapkan pada 30 Mei 2016. Seluruh dana hasil rights issue akan digunakan untuk pelunasan utang. PT Astra International (ASII) bertindak sebagai standby buyer atas rencana rights issue AALI. Saat ini ASII tercatat memiliki 79.68% saham AALI.
ESSA - Fasilitas pinjaman
PT Surya Esa Perkasa (ESSA) menandatangani perjanjian kredit dengan Standard Chartered Bank senilai US$ 49.4 Juta. Fasilitas pinjaman tersebut merupakan bagian dari pendanaan proyek pabrik amonia yang digarap anak usaha ESSA, PT Panca Amara Utama (PAU). Perjanjian kredit juga dilakukan bersama pemegang saham utama ESSA, PT Trinugraha Akraya Sejahtera. Keduanya menandatangani perjanjian saling menjamin dalam pemenuhan kewajiban kepada kreditur. PAU tengah membangun pabrik amonia di Kabupaten Banggai (Sulawesi Tengah) dengan kapasitas produksi mencapai 2,000 ton per hari. Proyek tersebut groundbreaking pada Agustus 2015 dengan nilai investasi sebesar US$ 830 Juta.
HITS - Kontrak baru
PT Humpuss Intermoda Transportasi (HITS) memperoleh kontrak baru jangka panjang dari dua BUMN: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) senilai Rp 1.4 Triliun dan PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) senilai Rp 3 Triliun. Dengan kontrak baru tersebut perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih tahun ini sebesar 50%. Sepanjang tahun lalu laba bersih HITS turun 45.5% menjadi US$ 1.8 Juta.
TOWR - Rencana non-preemptive rights
PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) berencana menerbitkan maksimum 1.02 miliar lembar saham baru (10% saham) tanpa HMETD (non-preemptive rights). Harga pelaksanaan minimum seebsar Rp 4,105 per lembar. Rencana tersebut menunggu persetujuan RUPSLB 20 Mei 2016. Seluruh dana hasil non-preemptive rights akan digunakan untuk menambah modal disetor anak perusahaan, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), yang akan digunakan untuk membeli atau mengakuisisi menara telekomunikasi, selain untuk melunasi sebagian utang Protelindo.
WIKA - Proyek upgrading fasilitas BBM
PT Wijaya Karya (WIKA) tengah menyelesaikan proyek upgrading fasilitas penimbunan gasoline di Tanjung Uban, Batam. PT Pertamina menunjuk WIKA pada tahun 2014 untuk menggarap proyek senilai Rp 740 Miliar. Saat ini proyek tersebut telah mencapai sekitar 84% penyelesaian dan diperkirakan dapat beroperasi pada bulan November mendatang. Proyek upgrading meliputi pembangunan fasilitas tangki penimbunan sebesar 200,000 kilo liter, pembangunan dermaga (jetty) berkapasitas 100,000 DWT, serta pembangunan fasilitas inline blending, dan automation system. WIKA tengah membangun empat tangki penimbunan BBM masing-masing berkapasitas 50,000 kiloliter. Tiga dari empat unit tangki akan dimanfaatkan untuk menyimpan premium.