Daily News 14/04

April 14, 2016 No. 1224
KAEF - Realisasi pabrik bahan baku obat

PT Kimia Farma (KAEF) akan mulai membangun pabrik bahan baku pertama dengan bekerjasama investor asal Korea Selatan, SungWun Pharmacopoeia (SungWun). KAEF dengan SungWun akan mendirikan perusahaan joint venture dengan porsi kepemilikan saham sebesar 70% dimiliki oleh KAEF dan SungWun menguasai 30%. Pabrik tersebut akan berlokasi di Cikarang (Bekasi) akan memproduksi 15 jenis bahan baku obat dengan kapasitas 180 ton per tahun. Sekitar 20% produksi akan diserap oleh pasar domestik dan sisanya untuk diekspor ke Amerika dan Jepang. KAEF akan memulai groundbreaking pabrik tahun ini. Saat ini KAEF tengah menjalani tahap persetujuan rencana induk produksi ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM).
MPPA - Belanja modal
PT Matahari Putra Prima (MPPA) mengalokasikan belanja modal tahun ini sekitar Rp 550 Miliar hingga Rp 690 Miliar. Dana belanja modal akan dialokasikan untuk membuka 32-45 gerai baru, yang terdiri atas 6-7 gerai Hypermart, 3-4 gerai Foodmart, 3-4 SmartClub, 10-15 gerai FMX, dan 10-15 gerai Boston Healthy&Beuaty. Hingga 1Q 2016 perseroan telah menyerap sekitar 35%-40% belanja modal persiapan pembukaan gerai baru. Sementara itu RUPS menyetujui pembagian dividen sebesar 97% laba bersih FY 2015. Dengan demikian deviden FY 2015 yang dibagi mencapai Rp 33 per lembar saham. Pada bulan Desember lalu MPPA telah membagi deviden interim senilai Rp 7 per lembar.
PGAS - Holding BUMN energy
Kementerian BUMN menetapkan PT Pertamina sebagai induk usaha sektor energi (holding BUMN energi) dangan PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) sebagai anak perusahaannya. Pertamina ditunjuk sebagai induk karena 100% sahamnya dimiliki Pemerintah. Pemerintah tercatat memiliki 56.96% saham PGAS dimana sisanya dimiliki investor publik. Pemerintah menargetkan pembentukan holding BUMN selesai bulan Juli.
WSKT - Rencana divestasi WTR
PT Waskita Karya (WSKT) berencana menjual 40% saham PT Waskita Toll Road (WTR). Dana hasil penjualan saham akan dialokasikan untuk mendukung penyelesaian proyek konsesi jalan tol yang ada. WSKT tercatat memiliki 99.99% saham WTR. Nilai asset WTR tercatat sebesar Rp 9.51 Triliun pada akhir 2015 dengan asset berupa 4 konsesi ruas tol: Legundi-Bunder, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, dan Cinere-Serpong. Pada bulan Februari lalu konsorsium WTR dan PT Jasa Marga (JSMR) ditetapkan sebagai pemenang tender ruas tol Batang-Semarang sepanjang 75 Km.