Daily News 15/04
April 15, 2016 No. 1225
JSMR - Pinjaman sindikasi
PT Jasa Marga (JSMR) membutuhkan pinjaman bank Rp 13.3 Triliun untuk menjalankan ekspansi bisnis jalan tol. JSMR telah meraih pinjaman sindikasi Rp 7.7 Triliun yang diperoleh dari delapan bank, sehingga perseroan masih membutuhkan Rp 5.6 Triliun. Dana pinjaman senilai Rp 7.7 Triliun akan digunakan dua perusahaan patungan JSMR dan PT Waskita Toll Road untuk membiayai proyek Solo-Ngawi sepanjang 90.1 Kilometer (Km) dan Ngawi-Kertosono sepanjang 87.02 Km. Pinjaman sindikasi tersebut untuk mendukung proyek jalan tol Solo-Ngawi senilai Rp 4.37 Triliun dan proyek jalan tol Ngawi-Kertosono sekitar Rp 3.37 Triliun. JSMR sedang menjajaki pinjaman senilai Rp 5.6 Triliun dengan dana senilai Rp 3 Triliun untuk pembebasan lahan dan sisanya Rp 2.6 Triliun untuk refinancing utang bank.
PPRO - Rencana ekspansi
PT PP Properti (PPRO) akan melaksanakan peletakan batu pertama empat menara baru di proyek Grand Sungkono Lagoon, Amartha View Semarang dan Jababeka. Perseroan baru saja melakukan topping off Venetia Tower di Grand Sungkono Lagoon dan akan segera melakukan groundbreaking tower 3 di proyek ini. Selain Grand Sungkono Lagoon, PPRO juga akan mengembangkan superblok Grand Dharmahusada Lagoon seluas 4.2 Ha di Surabaya dan Grand Kamala Lagoon di Bekasi. Sementara itu, perseroan mengalokasikan belanja modal tahun ini sebesar Rp 1.25 Triliun, naik dibandingkan belanja modal tahun lalu sebesar Rp 750 Miliar.
PTBA - Proyek PLTU Banko
PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) menganggarkan modal sekitar US$ 400 Juta untuk mendanai pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Banko Tengah atau Sumsel 8 berkapasitas 2x600 megawatt (MW) di mulut tambang Tanjung Enim pada tahun ini dari total proyek senilai US$ 1.6 Miliar. Dana berasal dari ekuitas senilai 400 Juta dan pinjaman dari The Export-Import Bank of China (Cexim) senilai US$ 1.2 Miliar. Pendanaan facility loan agreement Banko Tengah telah ditandatangi sejak 27 Maret 2015. PTBA menguasai 45% kepemilikan pada PLTU Banko Tengah sedangkan 55% dimiliki oleh China Huadian Hong Kong Company Ltd.
RMBA - Rencana rights issue
PT Bentoel International Investama (RMBA) berencana menerbitkan 36.84 miliar lembar saham baru melalui proses rights issue dengan perkiraan perolehan dana Rp 16.2 Triliun. Seluruh dana hasil rights issue akan dialokasikan untuk mengurangi utang kepada Rothmans Far East B.V. serta mendukung modal kerja.