Daily News 18/04

April 18, 2016 No. 1226
Perusahaan Induk BUMN Keuangan

Kementerian BUMN tengah menetapkan Danareksa sebagai perusahaan induk (holding) BUMN keuangan. PT Bank Negara Indonesia (BBNI) direncanakan mendapat limpahan aset anak perusahaan PT Danareksa sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mendapat limpahan aset PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia. Proses pembentukan holding ditargetkan selesai pada September 2016. Rencana pembentukan holding BUMN keuangan menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah yang akan menjadi dasar hukum penunjukkan Danareksa sebagai holding.
BALI - Fasilitas pinjaman
PT Bali Towerindo Sentra (BALI) mendapatkan fasilitas pinjaman sebesar Rp 95 Miliar dari Bank Sinarmas (BSIM). Perseroan telah mendatangani perjanjian fasilitas pinjaman tersebut pada 14 April 2016. Pinjaman sebesar Rp 75 Miliar akan dialokasikan untuk membiayai pembangunan menara mikro seluler yang akan dibangun di seluruh Indonesia, khususnya daerah Jabodetabek. Sedangakn pinjaman sebesar Rp 20 Miliar akan dgunakan untuk pembelian dan pembayaran down payment komponen tower MCP maupun jaringan FTTH. Sebelumnya, pada 29 Maret 2016 perseroan juga telah mendapatkan faslitas pinjaman sebesar US$ 3 Juta dari Bank Sinarmas (BSIM) dengan jangka waktu pinjaman selama 12 bulan.
HRUM - Tunda produksi batubara
PT Harum Energy (HRUM) memutuskan menunda aktivitas produksi batubara di PT Tambang Batubara Harum di Kalimantan Timur hingga tahun 2017. Manajemen mengungkapkan masih memiliki sisa dana penawaran umum yang sebelumnya digunakan untuk pengembangan usaha produksi batubara PT Tambang Batubara Harum senilai Rp 76.86 Miliar akan dialihkan untuk modal kerja anak usaha lain, PT Mahakam Sumber Jaya. Sehingga tahun ini, produksi batubara HRUM berasal dari tambang sumber jaya. Sumber Jaya akan menggunakan dana modal kerja untuk kegiatan produksi dan pengangkutan batubara. Jumlah produksi di Sumber Jaya dipertahankan sekitar 3.5 juta ton tahun ini dibandingkan volume produksi tahun 2015 sebesar 3.6 juta ton.
LINK - Rencana ekspansi
PT Link Net (LINK) menargetkan dapat menambah antara 120,000 hingga 150,000 rumah dengan koneksi internet atau home pass tahun ini. LINK menargetkan tambahan konektivitas dapat tercapai dalam enam bulan hingga sembilan bulan kedepan. Untuk meraih target tersebut, LINK bekerjasama dengan pengembang perumahan besar. Tahun lalu LINK menambah 240,000 home pass sehingga jumlah sambungan mencapai 1.67 juta home pass pada akhir tahun lalu yang tersebar di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. LINK belum berencana melakukan ekspansi ke kota lain dikarenakan tiga kota tersebut dinilai masih memiliki potensi yang cukup besar. Melalui langkah ekspansi, LINK menargetkan pendapatan tahun ini naik 15% dari pendapatan 2015 yang tercatat Rp 2.56 Triliun.
MAPI - Belanja modal
PT Mitra Adiperkasa (MAPI) mengalokasikan belanja modal tahun ini sebesar Rp 500 Miliar. Sebagian besar belanja modal dialokasikan untuk membiayai pembangunan 200 gerai baru di seluruh Indonesia. Sedangkan sisanya sekitar 20% akan dimanfaatkan untuk pengembangan MAP Emall. Selain ekspansi perseroan juga berencana untuk mengakuisisi satu sampai dua merek tahun ini. Seluruh dana belanja modal perseroan berasal dari kas internal.
MMLP - Kerjasama dengan GIC
PT Mega Manunggal Properti (MMLP) menandatangani kerjasama dengan GIC Pte. Ltd (sebelumnya bernama Government of Singapore Investment Coporation Pte. Ltd.) pada 13 April 2016. GIC melalui anak usahanya Reco Indolog Pte. Ltd. menganggarkan dana ke anak usaha MMLP, PT Mega Khatulistiwa Properti. Perusahaan ini akan dipersiapkan untuk mengembangkan kawasan pergudangan terintregrasi dengan luas total mencapai 50 Ha. Dalam waktu tiga tahun kedepan, lokasi pergudangan sentra bisnis terpadu ini akan tersebar di kawasan Jabodetabek dan Surabaya. Manajemen MMLP mengungkapkan 60% dari alokasi total gudang tersebut diperuntukkan sebagai gudang perusahaan sedangkan sisanya akan disewakan.