Daily News 19/04
April 19, 2016 No. 1227
ADRO - Proyek PLTU Batang
PT Adaro Energy (ADRO) menargetkan dapat melakukan financial closing proyek PLTU Batang pada 6 Juni 2016. Pembiayaan proyek listrik berkapasitas 2x1,000 MW akan didanai oleh Japan Bank International Cooperation (JBIC) yang telah mundur dua bulan dari jadwal karena terhambat masalah penggunaan mata uang. Saat ini JBIC masih melakukan negosiasi dengan Pemerintah Indonesia. PLTU tersebut akan dibangun oleh anak perusahaan ADRO, PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), dengan kebutuhan investasi mencapai US$ 4 Miliar. Sebesar 80% dari total investasi atau US$ 3.2 Miliar akan didanai dari pinjaman JBIC dan sisanya berasal dari ekuitas. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada tahun 2019 dan beroperasi pada tahun 2020 untuk memasok kebutuhan listrik nasional.
ANTM - Bentuk joint venture
PT Aneka Tambang (ANTM) akan membentuk joint venture dengan Ferrostaal dan Cronimet Corporation untuk memproduksi nickel pig iron di Pomalaa (Sulawesi Tenggara). ANTM akan memiliki 25% saham pada proyek senilai US$ 800 Juta. Sesuai rencana, pementukan joint venture akan tergantung dari peningkatan project development agreement (PDA) ke persetujuan pemegang saham. Jika berjalan sesuai rencana, persiapan konstruksi proyek akan membutuhkan waktu selama enam bulan. Fasilitas produksi nickel pig iron tersebut akan memiliki kapasitas produksi sebesar 19,500 ton per tahun.
TBMS - Rencana stock split
PT Tembaga Mulia Semanan (TBMS) berencana melakukan stock split dengan rasio 1:20. Rencana tersebut menunggu persetujuan RUPSLB pada 1 Juni 2016. Saat ini jumlah saham TBMS hanya terdiri dari 18.37 juta lembar saham dengan porsi saham publik sebesar 2.53 juta saham (13.7% saham). Dengan demikian setelah stock split, jumlah saham publik akan meningkat menjadi 50.6 juta lembar saham.
TRIO - Restrukturisasi utang
PT Trikomsel Oke (TRIO) kembali mendapat kesempatan dari Pengadilan Niaga untuk memperpanjang masa restrukturisasi utang untuk mencapai kesepakatan dengan para kreditur. Kreditur menyetujui memberikan perpanjangan waktu penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) selama 60 hari kepada TRIO. Perpanjangan waktu tersebut merupakan yang kedua setelah TRIO mendapat perpanjangan waktu 60 hari pada 17 Februari lalu. Beberapa kreditur TRIO antara lain PT Bank Negara Indonesia (BBNI) dengan pinjaman senilai Rp 1 Triliun, PT Bank CIMB Niaga (BNGA) senilai Rp 893.1 Miliar, PT Bank Central Asia (BBCA) senilai Rp 509 Miliar, dan PT Bank Mandiri (BMRI) senilai Rp 225.5 Miliar. TRIO juga tercatat memiliki utang kepada beberapa vendor seperti STE, Xiaomi, Lenovo, dan Huawei.
WSKT - Akuisisi 60% saham ruas tol Kapal Betung
PT Waskita Karya (WSKT) mengakuisisi 60% saham ruas jalan tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal Betung). Manajemen WSKT telah mendapatkan izin dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sehingga saat ini hanya menyelesaikan Akta Jual Beli (AJB). Proses akuisisi ditargetkan selesai pada akhir bulan ini. Ruas tol Kapal Betung sepanjang 111.69 Km dikelola oleh PT Sriwijaya Markmore Persada dengan kebutuhan investasi pembangunan ruas tol senilai Rp 14.4 Triliun pada tahun 2017. Setelah proses akuisisi selesai anak usaha WSKT, PT Waskita Toll Road akan segera memulai konstruksi seksi I ruas jalan tol Kayu Agung-Jakabaring sepanjang 33.5 Km. Pembebasan lahan untuk seksi I telah selesai. Sementara lahan seksi II dan III masih belum dibebaskan.