Daily News 20/04
April 20, 2016 No. 1228
ACST - Rencana rights issue
PT Acset Indonusa (ACST) berencana menerbitkan maksimal 300 juta lembar saham baru melalui proses rights issue dengan target perolehan dana mencapai Rp 600 Miliar. Rencana tersebut telah mendapatkan izin RUPS tanggal 19 April lalu. Manajemen ACST mengungkapkan harga pelaksanaan rights issue masih dikaji dengan melihat perkembangan kondisi pasar. Sekitar 20% dana rights issue akan digunakan untuk belanja modal dalam dua tahun ke depan dan sisanya untuk modal kerja. Hingga 1Q 2016, ACST telah meraih kontrak baru Rp 2.4 Triliun atau setara 68.5% dari target perseroan tahun ini sekitar Rp 3.5 Triliun.
BYAN - Perpanjang kontrak Jasa
PT Bayan Resources (BYAN) melalui kedua anak usaha, PT Teguh Sinarabadi dan PT Firman Ketaun Perkasa, melakukan perpanjangan kontrak jasa pertambangan dan sewa peralatan dengan PT Thiess Contractor Indonesia. Kedua pihak memperpanjang kontrak jasa tambang dan sewa peralatan pertambangan hingga 31 Desember 2019. Nilai kontrak mencapai Rp 1.8 Triliun. Sementara itu BYAN pada akhir Desember 2015 dikabarkan telah merestrukturisasi utang senilai US$ 750 Juta. Utang tersebut merupakan pinjaman sindikasi dari beberapa bank asing, bank lokal, serta perusahaan pembiayaan pada 10 April 2012.
ISSP - Belanja modal
PT Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP) mengalokasikan belanja modal tahun ini sekitar Rp 300 Miliar hingga Rp 500 Miliar. Dana belanja modal dialokasikan untuk membiayai pembangunan gudang, peningkatan kapasitas mesin diameter kecil, serta pengembangan lahan perseroan di Gresik (Jawa Timur). ISSP berencana membangun tiga gudang baru tahun ini di Bitung, Medan, dan Ambon. Sumber belanja modal direncanakan dari penerbitan obligasi.
SUPR - Non-preemptive rights
PT Solusi Tunas Pratama (SUPR) berencana menerbitkan maksimal 113.76 juta lembar saham (10% saham) baru tanpa menerbitkan HMETD (non-preemptive rights). Dengan harga penawaran minimal Rp 8,352 per lembar saham maka target perolehan dana mencapai Rp 950 Miliar. Aksi korporasi tersebut memiliki potensi dilusi sebesar 9.09%. Manajemen akan menggunakan dana tersebut untuk pengembangan usaha,tambahan modal kerja, dan pelunasan lebih awal sebagian utang. Rencana tersebut menunggu persetujuan RUPSLB pada 27 Mei 2016.
WSKT - Peringkat utang
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) ?menurunkan peringkat utang PT Waskita Karya (WSKT) dari posisi idA menjadi idA- dengan outlook stabil. Peringkat utang tersebut berlaku hingga 1 Maret 2017.? Penurunan peringkat dipicu oleh potensi pelemahan struktur permodalan dan rasio perlindungan arus kas dibandingkan kondisi 2015?, sebagai konsekuensi dari ekspansi agresif yang dilakukan WSKT atas bisnis jalan tol. Sebagian besar ekspansi didanai oleh pinjaman.