Daily News 21/04
April 21, 2016 No. 1229
ASGR - Belanja modal
PT Astra Graphia (ASGR) mengalokasikan belanja modal tahun ini senilai Rp 400 Miliar, dimana sebagian besar akan dialokasikan untuk pengembangan bisnis. Selain untuk pengembangan bisnis eksisting, ASGR juga mengalokasikan dana belanja modal untuk pembelian gudang baru. Selain itu ASGR masih mengevaluasi rencana perseroan untuk masuk ke bisnis kemasan (Packaging). Sumber dana belanja modal berasal dari kas internal.
ESSA - Failitas pinjaman
PT Surya Esa Perkasa (ESSA) mendapatkan fasilitas pinjaman dari Standard Chartered senilai US$ 49.4 Juta. Perjanjian kredit ini juga dilakukan bersama pemegang saham uatam ESSA, PT Trinugraha Akraya Sejahtera (TAS). Adapun, fasilitas kredit ini merupakan bagian dari pendanaan proyek pabrik amonia yang dikerjakan anak usaha ESSA, PT Panca Amara Utama (PAU). PAU akan menggembangkan pabrik ammonia yang akan memproduksi 660,000 TPA amonia di Kabupaten Banggai (Sulawesi Tengah). Sementara itu, perseroan mengalokasikan belanja modal tahun ini sebesar US$ 350, yang semuanya dialokasikan untuk pembangunan pabrik amonia.
PPRO - Perkiraan kinerja 1Q 2016
Manajemen PT PP Properti (PPRO) memperkirakan dapat membukukan pendapatan sekitar Rp 477 Miliar pada 1Q 2016 Vs Rp 387.9 Miliar pada 1Q 2015 lalu. Berdasarkan perkiraan tersebut, laba bersih 1Q 2016 diperkirakan mencapai Rp 90.7 Miliar Vs Rp 80.32 Miliar pada 1Q 2015 lalu. Tahun ini PPRO menargetkan pendapatan mencapai Rp 2.1 Triliun (Rp 1.51 Triliun pada 2015) dengan laba bersih sekitar Rp 315 Miliar (Rp 300.3 Miliar pada 2015). RUPS menyetujui pembangian deviden sebesar 20% dari laba bersih 2015, sekitar Rp 60 Miliar (sekitar Rp 4.2 per lembar saham).
PTRO - Memperbesar pendapatan sekunder
PT Petrosea (PTRO) tengah mengembangkan sumber pendapatan sekunder atau pendapatan diluar pendapatan utama. Target PTRO, kontribusi penambangan batubara menjadi 60% dalam dua tahun hingga tiga tahun kedepan. Per akhir tahun 2015, bisnis penambangan batubara berkontribusi US$ 146.35 Juta atau 70.8% terhadap total pendapatan senilai US$ 206.83 Juta. PTRO akan meningkatkan bisnis jasa migas serta rekayasa dan konstruksi. Perusahaan ini mengandalakan anak usahanya, Petrosea Logistic and Support Service (PLSS) dan Petrosea Offshore Supply Base (POSB).
WIKA - Kontrak baru 1Q 2016
PT Wijaya Karya (WIKA) membukukan kenaikan kontrak baru 1Q 2016 sebesar 29.7%Yoy menjadi Rp 5.32 Triliun Vs Rp 4.1 Triliun pada periode yang sama tahun lalu. Realisasi nilai kontrak baru tersebut mencapai 10.2% dari total target 2016 senilai Rp 52.2 Triliun. Sekitar 43.5% dari total kontrak baru 1Q 2016 berasal dari proyek Pemerintah, adapun proyek swasta berkontribusi 39.7% dan proyek BUMN berkontribusi 17.8%. Sementara itu, WIKA mengincar dua proyek strategis senilai total Rp 850 Miliar. Proyek renovasi gelanggang olahraga (GOR) balap sepeda Velodrome Rawambangun (Jakarta Timur) senilai Rp 450 Miliar, dan proyek Auto Moving People System (AMPS) Angkasa Pura II di Bandara Soekarno-Hatta senilai Rp 400 Miliar yang merupakan proyek commuter line yang menghubungkan terminal I dan terminal II.
WSKT - Perkiraan kinerja 1Q 2016
Manajemen PT Waskita Karya (WSKT) memperkirakan dapat membukukan pendapatan lebih dari Rp 3.5 Triliun pada 1Q 2016 Vs Rp 1.4 Triliun pada 1Q 2015 lalu. Berdasarkan perkiraan tersebut, laba bersih 1Q 2016 diperkirakan melampaui Rp 100 Miliar Vs Rp 11.95 Miliar pada 1Q 2015 lalu. Tahun ini WSKT menargetkan pendapatan mencapai Rp 27 Triliun (Rp 14 Triliun pada 2015) dengan laba bersih mencapai sekitar Rp 2 Triliun. Sementara itu perolehan kontrak baru WSKT diperkirakan mencapai Rp 8 Triliun pada 1Q 2016, 12.7% dari target Rp 63 Triliun tahun ini. WSKT menargetkan IPO anak perusahaan, PT Waskita Beton Precast, sekitar bulan September mendatang dengan target perolehan dana IPO mencapai Rp 3.5 Triliun hingga Rp 4 Triliun.