Daily News 22/04
April 22, 2016 No. 1230
BTEK - Rencana rights issue
Golden Harvest Cocoa Ltd (GHCL), perusahaan investasi berbadan hukum British Virgin Island akan masuk Bursa Efek Indonesia melalui backdoor listing dan akan mengendalikan PT Bumi Teknokultura (BTEK) melalui skema rights issue. BTEK berencana rights issue maksimal 5.51 miliar lembar saham baru dengan harga penawaran senilai Rp 1,000 per saham. Rasio konversi ditetapkan 1:5 dengan tingkat dilusi pasca rights issue sebesar 83.33%. Berdasarkan nota kesepahaman antara BTEK dan GHCL pada 18 Maret 2016, BTEK akan mengakuisisi anak usaha GHCL, Golden Harvest Cocoa Pte Ltd (GHPL) beserta utang convertible bonds GHPL kepada GHCL senilai US$ 39.78 Juta. Dua pemegang saham BTEK, PT Asabri dengan kepemilikan 200 juta saham (18.13% saham) dan Edi Suwarno memiliki 61 juta saham (5.53% saham) tidak akan melaksanakan haknya. Sehingga, BTEK membeli GHPL melalui setoran saham ke GHCL sebanyak 1.31 miliar saham dari rights issue 5.51 miliar saham. Investor publik menguasai 841.95 juta saham (76.34% saham) dengan asumsi publik tidak mengeksekusi haknya maka pengambil alihan saham GHPL melalui setoran saham maksimal 5.3 miliar saham dan pasca rights issue GHCL akan menguasai 82.78% saham BTEK.
DMAS - Recurring income
PT Puradelta Lestari (DMAS) menargetkan pembangunan serviced apartment di Kota Deltamas mulai beroperasi pada Agustus 2016. Dengan beroperasinya apartemen sewa ini, maka DMAS memperkirakan akan mendapatkan recurring income atau pendapatan berulang mencapai Rp 120 Miliar pada tahun ini. Meskipun pembangunan fisik apartemen 126 unit ini telah mencapai 80% dan belum selesai seluruhnya namun seluruh unit telah tersewa. Selain itu, pendapatan berulang DMAS juga akan didukung oleh pabrik sewa dan layanan jasa lain. DMAS memiliki pabrik sewa 4,000 m2. DMAS juga akan membangun hotel di Deltamas dengan bekerjasama dengan hotel asal Jepang dan masih dalam proses pembentukan perusahaan patungan. Sepanjang 1Q 2016, DMAS membukukan marketing sales sebesar 2.6 Ha atau senilai Rp 66 Miliar turun dibandingkan 1Q 2015 dimana DMAS menjual lahan seluas 21 Ha.
EXCL - Kinerja 1Q 2016
PT XL Axiata membukukan kenaikan laba bersih 1Q 2016 sebesar Rp 169.26 Miliar Vs rugi bersih Rp 758.07 Miliar pada periode yang sama tahun lalu. Naiknya kinerja 1Q 2016 didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 2.37%Yoy menjadi Rp 5.62 Triliun. Laba operasional tercatat naik 112%Yoy menjadi Rp 375.25 Miliar pada 1Q 2016. Pada 1Q 2016, EXCL telah membukukan keuntungan selisih kurs dari pembiayaan bersih Rp 471.86 Miliar dibandingkan rugi kurs mencapai Rp 1 Triliun pada periode yang sama tahun lalu.
TRIO - Direksi mengundurkan diri
BEI akan meminta keterangan manajemen PT Trikomsel Oke (TRIO) akibat 4 orang direksi TRIO mengajukan permohonan pengunduran diri. TRIO mengalami gagal bayar bunga atas obligasi senilai SGD 100 Juta pada Desember 2015. Sebelumnya TRIO juga diketahui telah mengalami gagal bayar atas bunga obligasi senilai SGD 115 Juta. BEI telah menghentikan aktifitas perdagangan saham TRIO sejak 6 Januari lalu karena status penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).
TURI - Belanja modal
PT Tunas Ridean (TURI) mengalokasikan belan ja modal tahun ini sebesar Rp 669 Miliar. Dana belanja modal akan dialokasikan untuk ekspansi bisnis penyewaan mobil. Saat ini perseroan memiliki 7,600 unit mobil sewa. Perseroan berencana menambah sekitar 760 mobil baru atau 10% dari mobil rental eksisting tahun ini. Selain untuk menambah mobil sewa perseroan akan menggunakan dana belanja modal untuk menambah dua show room mobil BMW di Bekasi dan show room Daihatsu di Lebak, Banten. Sumber dana belanja modal berasal dari pinjaman bank.