Daily News 25/04

April 25, 2016 No. 1231
ASRI - Rencana bisnis jalan tol

PT Alam Sutera Realty (ASRI) tengah mengkaji untuk masuk pada segmen bisnis jalan tol untuk mendukung pengembangan kawasan properti perusahaan. ASRI berminat menggarap proyek jalan tol Semanan-Balaraja dan telah mengajukan proposal usulan beserta kajian uji kelayakan ruas jalan tol tersebut kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR). Perkiraan nilai investasi jalan tol sepanjang 31.67 Km sekitar Rp 11.31 Triliun. Proposal ASRI masih dalam tahap pembahasan dan menunggu keputusan rencana lelang di Kementerian PUPR.
PPRO - Kinerja 1Q 2016
PT PP Properti (PPRO) membukukan kenaikan laba bersih 1Q 2016 sebesar 12.8%Yoy menjadi Rp 90.63 Miliar Vs Rp 80.32 Miliar pada 1Q 2015 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 37.6%Yoy menjadi Rp 533.71 Miliar. Laba operasi PPRO naik 16.8%Yoy menjadi Rp 126.74 Miliar pada 1Q 2016 Vs Rp 108.5 Miliar pada 1Q 2015 lalu.
SMGR - Target penjualan semen
PT Semen Indonesia (SMGR) menargetkan penjualan semen tahun ini mencapai 29 juta ton. Target tersebut naik sekitar 9.64% dari realisasi penjualan semen pada 2015 sebesar 26.45 juta ton. SMGR juga memperkirakan harga jual semen tahun ini berada di kisaran Rp 900,000 hingga Rp 1 Juta per ton. Namun realisasi penjualan semen pada 1Q 2016 belum mendukung target tersebut karena belum banyak proyek yang berjalan dan manajemen SMGR optimis pasar semen pada 2Q 2016 akan lebih aktraktif. SMGR juga telah melakukan pemeliharaan mesin agar dapat meningkatkan produksi pada 2Q 2016. Sementara itu, Pabrik semen Rembang (Jawa Tengah) masuk tahap uji coba produksi pada September 2016 dan pabrik semen Indarung VI (Sumatera Barat) uji produksi pada Oktober 2016. Masing-masing pabrik semen berkapasitas produksi 400,000 ton hingga 500,000 ton per tahun pada 2016.
TLKM - Rencana ekspansi
PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) mengalokasikan anggaran senilai Rp 1 Triliun untuk mendukung langkah ekspansi internasional dengan konsep stretch dan expand international business. Mayoritas anggaran ekspansi tahun ini akan dialokasikan untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur kabel bawah laut yaitu jalur South East Asia - United States dan jalur South East Asia - Middle East - West Europe. Saat ini TLKM melalui Indonesia International (Telin) telah memperkuat ekspansi bisnis global di 10 negara yaitu di Singapura, Hongkong, Timor Leste, Australia, Myanmar, Malaysia, Taiwan, Makau, Amerika Serikat, dan Arab Saudi. TLKM mengalokasikan dana belanja modal tahun ini sebesar Rp 24.8 Triliun hingga Rp 28.25 Triliun.