Daily News 26/04

April 26, 2016 No. 1232
BBTN - Kinerja 1Q 2016

PT Bank Tabungan Negara (BBTN) membukukan kenaikan laba bersih 1Q 2016 sebesar 22% Yoy menjadi Rp 491.09 Miliar Vs Rp 402.26 Miliar pada 1Q 2015 lalu. Pendapatan bunga bersih tercatat naik 15% menjadi Rp 1.78 Triliun. Posisi CAR tercatat sebesar 16.50% pada 1Q 2016 (15.05% pada 1Q 2015), NPL Gross tercatat sebesar 3.59% (4.78% pada 1Q 2015), ROE 15.89% (15.31% pada 1Q 2015), dan LDR 108.98% (109.71% pada 1Q 2015).
BUMI - Status PKPU
Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menetapkan masa penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) selama 45 hari kepada PT Bumi Resources (BUMI) atas permohonan yang diajukan Castleford Investment Holdings Ltd. Dengan status tersebut maka para kreditur BUMI diharapkan segera mengajukan klaim tagihan kepada tiga pengurus yang ditunjuk oleh pengadilan. Selanjutnya BUMI diharapkan segera menyusun proposal perdamaian berupa skema restrukturisasi atas seluruh hutang tersebut.
INAF - Target laba bersih
PT Indofarma (INAF) menargetkan kenaikan laba bersih tahun ini naik 5 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 6.56 Miliar. Target laba bersih akan direalisasikan dengan penerapan efisiensi seperti pemangkasan karyawan. Misalnya jumlah manager diturunkan dari 38 orang menjadi 18 orang dan perseroan akan kembali mengurangi jumlah manager menjadi 10 orang. Penghematan juga akan diterapkan pada aspek bahan baku dengan efisiensi suplai. Selain itu, perseroan juga menargetkan ekspor obat-obatan senilai Rp 30 Miliar pada 2016.
UNTR - Proyek PLTU Jepara
PT United Tractors (UNTR) akan menggarap proyek pembangkit listrik di Jepara (Jawa Tengah) dengan nilai investasi mencapai US$ 4 Miliar. Bekerjasama dengan dua mitra: Sumitomo Corporation dan Kansai Elektric Power Co. Inc., UNTR diharapkan menandatangani financial closing proyek pada Juli 2016. UNTR dan dua mitra tersebut akan mengembangkan dan memperluas proyek pembangkit listrik Tanjung Jati B Unit 5 dan Unit 6 di Jepara dengan total kapasitas 2x1,000 MW. Dalam konsorsium tersebut UNTR memiliki 25% saham dengan mayoritas saham dikuasai Sumitomo sebesar 50% dan 25% dimiliki Kansai. Sekitar 80% pendanaan proyek atau US$ 3.2 Miliar berasal dari pinjaman perbankan. UNTR menargetkan pembangkit listrik tersebut beroperasi pada tahun 2020.
WIIM - Penjualan rokok
PT Wismilak Inti Makmur (WIIM) membukukan penurunan penjualan 1Q 2016 sekitar 10% yang merupakan dampak kenaikan tarif cukai rokok pada tahun ini. Upaya menaikkan harga jual produk rokok sekitar 3%-5% sejak awal tahun ini belum dapat meningkatkan kinerja. Penurunan terbesar terjadi pada penjualan rokok sigaret kretek mesin (SKM). Namun penjualan rokok sigaret kretek tangan (SKT) masih naik sebesar 20% pada 1Q 2016 sehingga jika digabungkan penjualan rokok WIIM turun sebesar 10%. Tahun ini, WIIM menargetkan kenaikan penjualan 25% dan kenaikan volume 15% dibandingkan akhir tahun 2015, WIIM mencatat penjualan Rp 1.83 Triliun dan dari sisi volume penjualan tercatat 1.6 miliar batang SKT dan 750 juta batang SKM. Untuk mengejar target penjualan, WIIM meningkatkan produksi SKT dengan membangun gudang baru dengan nilai investasi Rp 20 Miliar.