Daily News 23/05
May 23, 2016 No. 1249
ABMM - Rencana divestasi saham anak usaha
PT ABM Investama (ABMM) berencana mendivestasi hingga 25% saham anak usaha di sektor pembangkit listrik, PT Sumberdaya Sewatama, kepada investor strategis. Perseroan melalui Sewatama akan melakukan proses penerbitan obligasi wajib konversi (MCB) untuk mendivestasi sahamnya. Sebelumnya, ABMM telah melakukan divestasi Sewatama kepada PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF). Sewatama menerbitkan MCB senilai Rp 300 Miliar yang dionversi menjadi saham oleh IIF sekitar 3%. Hingga tahun 2020, Sewatama berencana membangun pembangkit listrik berkapasitas 1,750 MW. Selain proyek pembangkit listrik, Sewatama juga akan menangani operasional dan perawatannya.
BNLI - Rencana rights issue
PT Bank Permata (BNLI) mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait rencana penerbitan saham baru melalui proses rights issue. BNLI berencana menjual 10.46 miliar lembar saham baru dengan target perolehan dana mencapai Rp 5.5 Triliun. Dana hasil rights issue akan digunakan sebagai tambahan modal inti bank untuk memperkuat struktur permodalan. Pemegang saham utama, PT Astra International (ASII) dan Standard Chartered (Stanchart) menyatakan komitmen untuk melaksanakan haknya dan bertindak sebagai pembeli siaga atas sisa saham yang tidak terserap oleh publik.
BSDE & DUTI - Rencana ekspansi
PT Bumi Serpong Damai (BSDE) melalui anak perusahaan, PT Duta Pertiwi (DUTI), berencana memulai pembangunan tahap pertama kawasan multifungsi (mixed use) di Tanjung Barat (Jakarta Selatan) senilai Rp 2.6 Triliun dan apartemen Aerium (Jakarta Barat) senilai Rp 2 Triliun pada 4Q 2016. DUTI mengalokasikan dana belanja modal senilai Rp 1 Triliun hingga Rp 1.5 Triliun tahun ini.
RAJA - Rencana ekspansi
PT Rukun Raharja (RAJA) bekerja sama dengan perusahaan asal Jepang, Itochu Corporation, untuk mengincar proyek infrastruktur baru di Indonesia. RAJA telah menyelesaikan perjanjian kerja sama dan tengah melakukan evaluasi pengembangan proyek tersebut termasuk lokasi dan detailnya. Manajemen RAJA mengungkapkan bisnis infrastruktur telah dimasukkan sebagai rencana ekspansi kedepan dan oleh karena itu RAJA akan menjalin kerjasama dengan investor strategis, termasuk Itochu. Melalui mekanisme kerja sama pendanaan ekspansi dapat terjamin. Selain itu RAJA juga akan mengembangkan bisnis kelistrikan untuk jangka panjang dengan fokus mengikuti tender proyek PLTG dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
SSIA - Tunda peluncuran kawasan industri Subang
PT Surya Semesta Internusa (SSIA) menunda peluncuran kawasan industri Subang hingga proyek Pelabuhan Patimban selesai. Pelabuhan Patimban berjarak 15 KM dari kawasan industri Subang. Manajemen SSIA mengungkapkan peluncuran kawasan industri saja yang ditunda namun proses pengembangan tetap berjalan. Akuisisi lahan akan terus dilakukan oleh SSIA. Penundaan peluncuran ini dapat mempengaruhi kinerja jangka pendek SSIA karena sejak awal tahun hingga kini SSIA belum mencatatkan penjualan lahan. Hingga akhir tahun ini, SSIA menargetkan penjualan lahan seluas 30 Ha.
WSKT - Proyek jalan tol
PT Waskita Karya (WSKT) memberikan pinjaman talangan senilai Rp 300 Miliar kepada anak perusahaan, PT Waskita Toll Road (WTR). Pinjaman tersebut bertenor 7 bulan dengan bunga sekitar 9.5% per tahun. WSKT juga menyiapkan pinjaman talangan senilai Rp 100 Miliar kepada anak perusahaan WTR, PT Pejagan Pemalang Toll Road. Beberapa waktu lalu WSKT diketahui membeil saham PT Sriwijaya Markmore Persada (SMP) senilai Rp 315 Miliar. SMP merupakan perusahaan pemilik ruas tol Kayu Agung - Palembang - Betung sepanjang 111.69 KM. WSKT menargetkan divestasi 30% hingga 40% saham WTR melalui proses IPO dengan target perolehan dana mencapai Rp 4 Triliun. Saat ini WTR tercatat memiliki 12 konsesi tol dengan panjang mencapai 515.4 KM.