Daily News 19/10
October 19, 2016 No. 1349
ASRI - Emisi obligasi global
PT Alam Sutera Realty (ASRI) melalui anak usahanya, Alam Synergy Pte Ltd, menerbitkan obligasi global senilai US$ 245 Juta yang akan jatuh tempo pada 24 April 2022 dengan kupon 6.62% dan yield to maturity 6.75%. Perseroan akan menggunakan seluruh dana hasil emisi obligasi untuk melunasi lebih awal obligasi yang jatuh tempo pada 2019. Kupon obligasi baru ini lebih rendah dibandingkan obligasi sebelumnya yang dirilis pada 22 Januari 2014 senilai US$ 225 Juta dengan bunga tetap 9%. Global bond tersebut dicatatkan di Bursa Efek Singapura dan meraih peringkat B2 dari Moody's, B dari S&P dan B+ dari Fitch Ratings. Mayoritas investor sekitar 89% yang menyerap global bond ini berasal dari Asia sementara sisanya 11% berasal dari Eropa.
SMGR - Kelangsungan pabrik Rembang
Manajemen PT Semen Indonesia (SMGR) menegaskan pabrik baru di Rembang (Jawa Tengah) tidak akan beroperasi sebelum mendapat amar putusan dari Mahkamah Agung (MA) untuk menyusun langkah hukum kedepan. Pada awal Oktober lalu MA mengabulkan gugatan hukum warga sekitar pabrik Rembang dan Yayasan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) yang menolak izin lingkungan pabrik. Presiden telah menginstruksikan Kementerian Lingkungan Hidup dan kalangan akademisi untuk melakukan studi lingkungan terkait kelayakan eksploitasi di kawasan tersebut. Pabrik senilai Rp 5 Triliun tersebut semula ditargetkan beroperasi bulan November 2016. Tertundanya operasional pabrik tersebut berpotensi membawa dampak buruk terhadap iklim investasi Indonesia. Pabrik di Rembang berdiri diatas lahan seluas 55 Ha dengan luas areal tambang 450 Ha. Dengan kapasitas produksi sekitar 3 juta ton per tahun pabrik tersebut diharapkan mampo berproduksi selama 130 tahun.
SMSM - Stock Split
PT Selamat Sempurna (SMSM) berencana memecah nilai saham (stock split) dengan rasio 1:4 sehingga jumlah saham SMSM akan naik dari semula 1.4 miliar lembar saham menjadi 5.7 miliar lembar saham. SMSM telah mendapatkan persetujuan pemegang saham pada 18 Oktober terkait aksi korporasi ini. SMSM ingin meningkatkan likuiditas walaupun publik saat ini memiliki 602.85 juta saham (41.87% saham) namun kurang ditransaksikan karena karakter investor adalah pemodal jangka panjang dan investor asing.
UNSP - Reverse Stock
PT Bakrie Sumatera Plantation (UNSP) menggelar paparan publik insidentil terkait rencana penggabungan nominal saham atau reverse stock dengan rasio 10:1. Pasca reverse split saham UNSP akan diperdagangkan pada level Rp 500 per lembar saham di pasar reguler. Manajemen UNSP mengungkapkan aksi korporasi ini sejalan dengan rencana restrukturisasi utang. UNSP akan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB yang diadakan pada 31 Oktober. Secara umum, aksi reverse stock tidak mengubah persentase kepemilikan pemegang saham kecuali setelah reverse stok terdapat saham odd lot. Investor yang memiliki odd lot dapat menyimpan atau menjual ke pembeli siaga, PT Danatama Makmur.