Daily News 16/11

November 16, 2016 No. 1369
BBCA - Crossing saham

PT Bank Central Asia (BBCA) memastikan bahwa transaksi crossing saham tidak berdampak pada perubahan pengendali. Manajemen BBCA mengungkapkan telah terjadi perubahan pemegang saham BBCA dari Farindo Investment Ltd yang berkedudukan di Mauritus kepada PT Dwimuria Investama Andalan yang berkedudukan di Kudus (Indonesia). Jumlah crossing saham tercatat sebesar 11.63 miliar saham (47.15% saham) yang difasilitasi BCA Sekuritas di harga Rp 15,225 per saham pada 11 November 2016. Farindo membeli BBCA dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) pada tahun 2002. Saat itu, Farindo membeli 51% saham BBCA seharga Rp 5.3 Triliun atau Rp 1,775 per saham. Farindo masih merupakan perusahaan terafiliasi dengan Grup Djarum.
DILD - Proyek South Quarter
PT Intiland Development (DILD) berencana memulai pembangunan proyek South Quarter tahap kedua seluas 2.2 Ha di Jakarta Selatan tahun depan. DILD telah membangun tahap pertama proyek tersebut berupa gedung perkantoran dan area ritel SQ Dome yang berdiri diatas lahan seluas 4.4Ha. Proyek South Quarter tahap kedua berupa pembangunan apartemen dengan luas total 44,000 m² dengan harga jual berkisar antara Rp 35-40 Juta per m². Untuk membangun proyek tersebut DILD menjalin kerjasama dengan Reco Kris Pte. Ltd. Anak perusahaan PT Taman Harapan Indah (THI), PT Putra Sinar Remaja (PSR), akan menerbitkan 333,333 lembar saham baru (40% saham) kepada Reco senilai Rp 1.03 Triliun. Saat ini DILD tercatat memiliki 100% saham THI. Dengan demikian setelah transaksi kepemilikan saham THI akan terhadap PSR turun menjadi 60% dan Reco akan memiliki 40% saham.
SMGR - Kelanjutan proyek Rembang
PT Semen Indonesia (SMGR) memastikan pengoperasian pabrik di Rembang (Jawa Tengah) berjalan sesuai jadwal. SMGR menjadwalkan pabrik Rembang beroperasi secara komersial pada Januari 2017. SMGR masih terus membangun pabrik yang saat ini sudah mencapai 98%. Sebelumnya, SMGR kalah dalam perkara peninjauan kembali (PK) mengenai izin lingkungan proyek Rembang di Mahkamah Agung (MA). Dalam putusan tanggal 5 Oktober 2016, MA memerintahkan SK Gubernur Jawa Tengah tentang izin lingkungan kegiatan penambangan oleh SMGR dibatalkan. Namun manajemen SMGR mengungkapkan dalam putusan MA tidak ada keputusan untuk menghentikan pengoperasian pabrik.
TBLA - Belanja modal
PT Tunas Baru Lampung (TBLA) mengalokasikan belanja modal tahun 2017 sebesar Rp 700-800 Miliar. Sebagian besar dana belanja modal akan dialokasikan untuk pengembangan bisnis perkebunan kelapa sawit. Perseroan menargetkan penanaman sawit baru seluas 3,000 Ha hingga 6,000 Ha setiap tahun yang sebagian besar akan ditanaman di wilayah Ogan komering Ilir dimana perseroan memiliki lahan seluas 16,000 Ha. Saat ini total luas areal tertanam TBLA mencapai 45,000 Ha. Selain untuk menanam sawit dana belanja modal akan digunakan untuk penanaman tebu dan maintenance pabrik secara rutin.