Daily News 17/11
November 17, 2016 No. 1370
IPO - PT Forzaland Indonesia
PT Forzaland Indonesia berencana menerbitkan maksimal 312.5 juta lembar saham baru (20% saham) melalui proses IPO. Dengan harga penawaran antara Rp 300 hingga Rp 350 per lembar saham maka target perolehan dana maksimal mencapai Rp 109 Miliar. Forza Land juga berencana menerbitkan maksimum 437.5 juta lembar waran seri I. Setiap lima saham berhak atas tujuh waran seri I. Forzaland akan menggunakan 40% dana IPO untuk akuisisi PT Borneo Sarana Properti, perusahaan terafiliasi yang memiliki aset Rp 35.5 Miliar. Adapun nilai akuisisi diestimasi mencapai Rp 40 Miliar. Sementara sisanya 60% dana IPO akan digunakan untuk membayar utang dan modal kerja. PT Sinarmas Sekuritas bertindak sebagai penjamin emisi. Masa Penawaran awal dilakukan pada 16-18 November 2016 dan listing di BEI pada 15 Desember 2016. Forzaland memiliki lima proyek pengembangan properti di Casablanca, Serpong, Alam Sutera, Ungasan, dan Uluwatu dengan total luas lahan mencapai 22.13 Ha.
AKRA- Bentuk joint venture
PT AKR Corporindo (AKRA) bersama Air BP menandatangani perjanjian pembentukan usaha patungan untuk mengembangkan bisnis bahan bakar penerbangan di Indonesia. Perusahaan patungan tersebut diberi nama PT Dirgantara PetroIndo Raya akan beroperasi dibawah nama Air BP-AKR Aviation. Perseroan akan menguasai 50.1% saham Dirgantara PetroIndo Raya, sedangkan Air BP memiliki saham sebesar 49.9%. Usaha patungan bermaksud mendukung perkembangan industri penerbangan di Indonesia.
DNAR - Apro Financial akuisisi 77.38% saham
Apro Financial Co Ltd, investor Korea Selatan, membeli saham PT Bank Dinar Indonesia sebesar 1.74 miliar lembar saham (77.38% saham). Dengan harga transaksi penjualan saham senilai Rp 396.89 per saham sehingga DNAR meraih Rp 691 Miliar. Apro tercatat membeli 77.38% saham DNAR dari tiga pemegang saham lama, Nio Yantony menjual 29.16% saham, Syaiful Amir melepas 10.58% saham, dan Andre Mirza Hartawan menjual 21.15% saham. Rencana transaksi penjualan saham ini sesuai dengan penandatanganan pembelian saham bersyarat (PPPSB) antara Apro. DNAR masih menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
LPKR - Rencana ekspansi
PT Lippo Karawaci (LPKR) akan meluncurkan program perumahan yang terjangkau dengan membangun perumahan untuk kelompok menengah kebawah dalam 5 tahun kedepan. Perseroan akan mengawali program ini dengan membangun 2,000 unit rumah yang diharapkan berkembang hingga mencapai 10,000 unit per tahun di kawasan Lippo Village, Karawaci, Tangerang, Banten. Peluncuran proyek ini didukung oleh beberapa faktor, seperti pertumbuhan pesat konsumen Indonesia yang sampai dengan saat ini sebesar 55 juta kelas menengah dan diharapkan tumbuh menjadi 135 juta pada tahun 2030.
WIKA & WTON - Bisnis pracetak
Anak perusahaan PT Wijaya Karya (WIKA), PT Wijaya Karya Beton (WTON) dan PT Wika Gedung, akan membentuk perusahaan patungan yang bergerak di bidang precast untuk pembangunan gedung. WTON akan memiliki 55% saham perusahaan precast tersebut dan sisanya dimiliki Wika Gedung. Langkah tersebut diambil untuk mendukung bisnis sektor properti dimana WIKA menargetkan kontribusi sektor properti mencapai 10% hingga 20% terhadap total pendapatan. Produk precast tersebut akan digunakan Wika Gedung untuk membangun proyek hunian dan rumah susun karena penggunaan precast dinilai lebih cepat sehingga dapat menekan biaya. WIKA dikabarkan tengah menyiapkan IPO 30% saham anak perusahaan PT Wika Gedung dan PT Wika Realty.