Daily News 18/11

November 18, 2016 No. 1371
Sektor gas - Penurunan harga gas untuk tiga sektor industri

Pemerintah baru menyelesaikan rumusan penurunan harga gas untuk tiga sektor industri: industri petrokimia, pupuk, dan baja. Harga gas maksimum ditetapkan sebesar US$ 6 per mmbtu. Penurunan harga gas untuk ketiga sektor akan difinalisasi minggu depan. Rencananya Kementerian ESDM akan menerbitkan peraturan menteri ESDM untuk penurunan harga gas untuk tiga sektor industri tersebut. Setelah aturan terbit, penurunan harga gas industri untuk tiga sektor akan berlaku mulai 1 Januari 2017.
MEDC - Akuisisi Blok B South Natuna
PT Medco Energi Internasional (MEDC) telah menyelesaikan akuisisi ConocoPhillips Indonesia Inc Ltd dan ConocoPhillips Singapore Operations Pte. Ltd. Keduanya merupakan anak usaha dari ConocoPhillips. Sebelumnya MEDC mengumumkan akuisisi pada 19 September lalu. ConocoPhillips Indonesia adalah operator PSC South Natuna Sea Block B PSC dengan hak partisipasi sebesar 40% dan juga merupakan operator West Natuna Trasportation System. Sementara ConocoPhilips Singopore Operations mengoperasikan onshore receiving facility di Singapura. MEDC berkomitmen melanjutkan rencana program pengeboran pada tahun 2017 dan seterusnya.
PBRX - Rencana emisi global bond
PT Pan Brothers (PBRX) memperoleh persetujuan pemegang saham untuk menerbitkan global bond senilai US$ 200 Juta. Pemegang saham memberikan persetujuan tersebut dalam RUPSLB di Jakarta pada 17 November lalu. Perseroan akan menggunakan 80% dana obligasi untuk membayar utang dan 20% untuk ekspansi dan modal kerja. Sementara itu perseroan menargetkan pendapatan tahun ini sebesar US$ 480 Juta dan hingga 3Q 2016 PBRX membukukan pendapatan sebesar US$ 372.3 Juta.
PTPP - Rating
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat surat utang PT Pembangunan Perumahan (PTPP) menjadi idA+ dengan prospek stabil dari idA sebelumnya. PTPP tercatat memiliki 3 surat utang senilai total Rp 1.3 Triliun yang akan jatuh tempo pada 2017, 2018, dan 2020. Peringkat tersebut mencerminkan posisi PTPP yang cukup kuat di pasar konstruksi, dengan arus kas yang stabil serta didukung diversifikasi bisnis yang cukup baik. Selain bisnis inti konstruksi, PTPP tercatat memiliki lini bisnis di bidang properti, beton pracetak, EPC, peralatan, serta investasi di proyek infrastruktur. PTPP juga berencana masuk ke sektor transportasi dengan memproduksi metro kapsul yang merupakan angkutan umum berbasis rel.
SKBM - Rencana rights issue
PT Sekar Bumi (SKBM) berencana menjual 2.2 miliar lembar saham (71.01% saham) melalui proses rights issue. Dengan harga pelaksanaan Rp 550 per lembar saham maka SKBM menargetkan perolehan dana rights issue mencapai Rp 1.26 Triliun. Rasio rights issue ditetapkan sebesar 20:49. PT Multi Karya Sejati sebagai perusahaan pengendali akan melaksanakan haknya sesuai dengan porsi kepemilikan dan juga bertindak sebagai pembeli siaga. SKBM berencana menggunakan Rp 735 Miliar dana rights issue untuk membayar akuisisi PT Sentra Budidaya Biotek (SBB) milik Clareville International Limited. Hal tersebut merupakan bagian dari rencana SKBM untuk masuk ke bisnis tambak udang. Selanjutnya sisa dana sebesar Rp 185 Miliar akan digunakan SBB untuk investasi dan modal kerja. Sementara Rp 315 Miliar akan digunakan untuk penyertaan modal ke entitas anak SKBM lainnya.