Daily News 18/11
November 18, 2011 No. 138
IPO - PT Erajaya Swasembada
PT Erajaya Swasembada berencana IPO dengan menawarkan saham pada kisaran harga Rp 1,100 hingga Rp 1,440 per lembar saham. Erajaya menargetkan mengumpulkan dana US$ 150 Juta hingga US$ 200 Juta dari IPO. Dana sebesar 42% akan digunakan untuk akuisisi PT Teletama Artha Mandiri (TAM), 16% untuk ekpansi usaha, dan sisanya 42% untuk kebutuhan modal kerja.
BBTN - Penerbitan KIK EBA
PT Bank Tabungan Negara (BBTN) merencanakan penerbitan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragus Aset (KIK EBA) pada 2012 hingga senilai Rp 1 Triliun. KIK EBA perseroan memiliki underlying asset piutang KPR BTN. Saat ini BBTN telah menerbitkan KIK EBA senilai Rp 1.49 Triliun. Dana dari penerbitan KIK EBA akan digunakan untuk penyaluran KPR.
BUMI - Pencairan dana
PT Bumi Resources (BUMI) akan menerima dana senilai total US$ 356.5 Juta dari pencairan investasi serta pembayaran pinjaman dari PT Recapital Asset Management dan PT Bukit Mutiara (Buma). BUMI dan Recapital telah mencapai kesepakatan pencairan investasi senilai US$ 231 Juta pada 1H 2012. Buma, selaku pemegang 9.8% saham Bumi Plc telah menyepakati pelunasan utang senilai US$ 125.5 Juta yang akan dibayarkan tahun depan atas total utang senilai US$ 251 Juta yang jatuh tempo pada 2013. Pencairan pinjaman tersebut merupakan respons manajemen atas kritik yang dilontarkan Rothschild karena tetap memperpanjang utang dan tidak mencairkan pinjaman dari para pemegang sahamnya.
BRPT - Akuisisi tambang batubara
PT Barito Pacific (BRPT) menyiapkan US$ 50 Juta untuk mengakuisisi tambang batubara, aset-aset baru, dan sektor energi lain demi mengurangi porsi risiko bisnis petrokimia. Dana diperoleh dari penjualan kepemilikan 7.13% saham atau senilai US$ 103,87 Juta di PT Chandra Asri Petrohemical (TPIA) ke SCG chemicals Co. Ltd.
GEMS - Belanja modal
PT Golden Energy Mines (GEMS) mengalokasikan belanja modal (capex) senilai US$ 70-80 Juta yang akan digunakan untuk membangun pelabuhan baru, merenovasi pelabuhan di Sumatera, dan membangun jalan sepanjang 150 Km. GEMS akan dibantu oleh GMR Infrastructure Investment Singapore di dalam proyek-proyek tersebut. GMR adalah pemegang 30% saham GEMS, memiliki proyek pembangkit listrik di India. GEMS tahun ini menargetkan volume produksi sebanyak 5-6 juta ton dan target volume produksi tahun depan sebanyak 10 juta ton.
WINS - Raih kontrak baru
PT Wintermar Offshore Marine (WINS) meraih kontrak baru dari China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) SES Limited, senilai US$19.18 Juta. Mengacu kontrak proyek, ketiga kapal milik WINS akan selesai akhir tahun 2012 dan akan digunakan mulai 2013 hingga 2017.