Daily News 21/11
November 21, 2011 No. 139
AALI - Cari pinjaman baru
PT Astra Agro Lestari (AALI) menjajaki pinjaman baru sebesar US$ 100 Juta. Dana pinjaman akan digunakan sebagai dana siaga jika perseroan melakukan aksi korporasi besar seperti akuisisi dan rencana ekspansi. Salah satunya, AALI berniat masuk ke bisnis gula. AALI juga dikabarkan tengah mencari lahan seluas 20,000 Ha di Papua. Manajemen AALI memperkirakan mereka akan membutuhkan dana setidaknya Rp 2 Triliun untuk akuisisi lahan penanaman tebu hingga pembangunan pabrik gula.
ASII - Anak usaha terbitkan obligasi
Empat anak usaha PT Astra Internasional (ASII) di bidang finance, PT Astra Sedaya Finance (ASF), PT Federal Internasional Finance (FIF), PT Toyota Astra Financial Services (TAF), dan PT Serasi Autoraya (SA) berencana menerbitkan obligasi total senilai Rp 6 Triliun. ASF dan FIF masing-masing akan menerbitkan Rp 2 Triliun serta TAF dan SA masing-masing Rp 1 Triliun. Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk ekspansi usaha. Selain obligasi, keempat perusahaan tersebut akan mencari hutang bank.
KIJA - Kembangkan resor
PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) akan menawarkan lahan kawasan wisata pantai terpadu Tanjung Lesung Resor yang berada di bawah PT Banten West Java Tourism (BWJ) kepada investor asing. Manajemen KIJA menargetkan BWJ akan memberikan kontribusi penjualan sebesar Rp 300 Miliar pada pendapatan konsolidasi tahun depan.
PTBA - Pembiayaan proyek kereta api
PT Bukit Asam (PTBA) telah mendapat komitmen pembiayaan dari China Development Bank (CDB) senilai US$ 1.3 Miliar dari total nilai proyek sebesar US$ 2 Miliar. Proyek tersebut akan dikerjakan oleh anak perusahaan, PT Bukit Asam Transpacific Railways (BATR), yang bekerja sama dengan Grup Rajawali. PTBA memiliki 10% saham BATR dan Rajawali Asia Resources memiliki 90% saham BATR. China Railway Group memiliki opsi kepemilikan 10% saham. BATR akan membangun jalur angkutan kereta api untuk angkutan batu bara sepanjang 300 Km. Proyek tersebut diharapkan selesai paling lambat pada 1Q 2016.
RALS - Rencana ekspansi
PT Ramayana Lestari Sentosa (RALS) berencana menambah 5 gerai dengan total luas 51,000 m² di 5 kota dengan total investasi senilai Rp 350 Miliar pada 2012. Pendanaan investasi bersumber dari kas internal.
UNTR - Statistik operasional 10M 2011
PT United Tractors (UNTR) membukukan kenaikan penjualan alat berat sebesar 51.2%Yoy menjadi 7,094 unit pada 10M 2011 Vs 4,691 unit pada 10M 2010 lalu. Manajemen menargetkan penjualan alat berat tahun ini mencapai 8,200 ? 8,500 unit, yang didukung oleh penjualan alat berat untuk industri pertambangan. Target penjualan 2012 diperkirakan naik sekitar 20% dari penjualan 2011. Manajemen mengalokasikan dana senilai Rp 5 Triliun untuk belanja modal 2012 yang belum termasuk alokasi untuk akuisisi tambang batubara. Saat ini UNTR tengah melakukan due diligence atas dua perusahaan tambang batubara di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.