Daily News 22/12

December 22, 2016 No. 1394
Ciputra Group - Rencana merger

Rencana penggabungan uaha (merger) Grup Ciputra antara PT Ciputra Development (CTRA) dengan PT PT Ciputra Surya (CTRS) dan/atau PT Ciputra Property (CTRP) menunggu pernyataan efektif OJK pada 22 Desember serta persetujuan RUPSLB pada 27 Desember. Merger akan dilakukan jika mendapat persetujuan RUPSLB CTRS dan CTRP dan pemegang saham dari kedua perusahaan peserta penggabungan yang meminta sahamnya dibeli tidak melebihi 2.5% dari saham CTRS dan CTRP. Karena RUPSLB CTRA telah menyetujui rencana merger, pelaksanaan merger akan tergantung dari hasil RUPSLB CTRS dan CTRP dan akan dijalankan antara CTRA dengan salah satu atau kedua perusahaan peserta merger tersebut. Konversi saham CTRA sebesar 2.13x untuk saham CTRS dan 0.55x untuk saham CTRP.
HITS - Belanja modal
PT Humpuss International (HITS) mengalokasikan belanja modal tahun 2017 sebesar US$ 130 Juta. Perseroan akan mengalokasiakn dana belanja modal tersebut untuk membeli delapan kapal baru untuk menunjang bisnisnya. Sebesar US$ 48 Juta dana belanja modal akan digunakan untuk membeli kapal di bisnis FSRU Java 1 dan FSU Benoa. Sementara itu, untuk membeli kapal di sektor petrochemical dan oil HITS mengalokasikan dana masing-masing sebesar US$ 22 Juta dan US$ 13 Juta. Pembelian kapal untuk offshore support-DSWB, dregging dan marine support perseroan menganggarkan masing-masing sebesar US$ 25 Juta, US$ 17 Juta, dan US$ 5 Juta. Sumber dana belanja modal akan berasal dari pinjaman bank.
TINS - Penambahan produksi
PT Timah (TINS) akan meningkatkan produksi pada tahun depan lebih kurang menjadi 30,000 ton timah dibandingkan perkiraan produksi 24,000 ton timah pada tahun ini. Dengan outlook harga yang membaik, TINS bersiap menggarap pasar baru. Saat ini mayoritas pasar timah menyasar pasar ekspor dengan harga jual TINS berada di harga US$ 21,000 per ton. Peningkatan produksi merupakan salah satu hasil dari kegiatan-kegiatan eksplorasi baik di laut maupun di daratan yang dilakukan TINS. Rencana pembentukan holding tambang pada tahun depan turut meningkatkan perusahaan untuk melakukan akuisisi tambang timah dikarenakan perusahaan akan memiliki cost structure yang lebih kuat dan modal yang lebih besar untuk melakukan kegiatan operasional.
WIKA - Kontrak baru
PT Wijaya Karya (WIKA) berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp 53.6 Triliun menjelang akhir tahun ini atau melampui target yang mencapai Rp 52.8 Triliun. Realisasi kontrak tersebut naik 122.5% dibandingkan perolehan kontrak baru tahun lalu sebesar Rp 25.22 Triliun. Terlampuinya target tersebut membuat total kontrak yang ditangani perseroan (order book) mencapai Rp 82.3 Triliun. Dengan realisasi kontrak baru ini, perseroan juga menyakini target laba bersih senilai Rp 940 Miliar pada 2016 dapat tercapai.