Daily News 24/11
November 24, 2011 No. 142
ASRI - Rencana non-preemptive rights
PT Alam Sutera Realty (ASRI) menargetkan perolehan dana sebesar Rp 712.73 Miliar dari rencana penambahan modal tanpa penerbitan HMETD (non-preemptive rights). ASRI akan menerbitkan 1.78 miliar lembar saham baru (10% saham) pada harga Rp 399 per lembar saham. Penetapan harga tersebut merupakan rata-rata harga ASRI selama 25 hari sebelum pengumuman rencana aksi korporasi tersebut. Investor pembeli saham ASRI dilarang menjual saham hasil non-preemptive rights dalam jangka waktu 1 tahun. Rencana tersebut menunggu persetujuan RUPSLB pada 25 November.
BNGA - Rencana emisi obligasi
PT Bank CIMB Niaga (BNGA) berencana menerbitkan Obligasi I Bank CIMB Niaga senilai Rp 1.5 Triliun yang terdiri dari 2 seri. Seri A bertenor 3 tahun menawarkan kupon 6.75% hingga 7.75% sedangkan Seri B bertenor 5 tahun menawarkan kupon 7.75% hingga 8.75%. PT CIMB Securities Indonesia bertindak sebagai penjamin emisi obligasi dengan masa penawaran awal pada 23 November hingga 6 Desember 2011, penjatahan pada 21 Desember, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 27 Desember 2011. Seluruh dana hasil emisi obligasi akan dialokasikan untuk mendukung ekspansi kredit.
CTRP - Rencana buyback saham
PT Ciputra Property (CTRP) melakukan buyback atas maksimal 10% saham dengan mengalokasikan dana sebesar Rp 204 Miliar. Proses buyback akan dilakukan dalam waktu 1 tahun yang dimulai sejak November 2011.
EXCL - Penjualan menara
PT XL Axiata (EXCL) telah menunjuk Goldman Sachs sebagai perantara penjualan 7000 menara dengan target perolehan dana 10-12x EBITDA atau sekitar Rp 14 Triliun. Penjualan menara bertujuan agar EXCL fokus pada pemasaran, penjualan, dan branding.
JSMR - Alokasi belanja modal 2012
PT Jasa Marga (JSMR) megalokasikan belanja modal senilai Rp 6.5 Triliun dimana Rp 5 Triliun dialokasikan untuk pembangunan jalan tol dan Rp 1.5 Triliun untuk modernisasi ruas jalan tol yang telah beroperasi. Capex akan dibiayai dengan hutang bank sebesar 70% dan sisa nya dari kas internal.
KRAS - Masuki sektor pertambangan
Rencana manajemen PT Krakatau Steel (KRAS) merambah sektor pertambangan segera terealisasi. Manajemen KRAS memastikan anak usaha yang mengelola bisnis pertambangan: PT Krakatau Nusantara Resources (KNR), akan terbentuk akhir tahun ini. KNR akan menangani produksi komoditas tambang terutama biji besi (iron ore) dan coking coal dengan modal awal sekitar Rp 10 Miliar sebagai modal disetor.
LPPF - Alokasi belanja modal 2012
PT Matahari Department Store (LPPF) mengalokasikan belanja modal senilai Rp 450 Miliar pada tahun 2012 yang akan digunakan untuk membuka 8-10 gerai. Sumber pendanaan berasal dari kas internal perseroan. LPPF pada tahun ini berencana membuka 8 gerai dan saat ini telah terlaksana 5 gerai.