Daily News 25/11
November 25, 2011 No. 143
AISA - Rencana rights issue
PT Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) akan melakukan rights issue dengan menetapkan harga saham baru pada harga Rp 560 per lembar saham dengan target perolehan dana mencapai Rp 702.24 Miliar. Sekitar 60% dana akan digunakan untuk pengembangan food manufacturing dan bisnis beras, sisanya akan digunakan untuk membayar sebagian utang perseroan dan anak usaha. AISA menunjuk Danareksa Sekuritas dan CIMB Securities Indonesia sebagai penjamin emisi.
BWPT - Capex 2012
PT BW Plantation (BWPT) mengalokasikan belanja modal (capex) senilai Rp 700 Miliar pada 2012 yang akan digunakan untuk membangun pabrik CPO dengan kapasitas 60 ton TBS per jam, perawatan tanaman yang belum menghasilkan, dan akuisisi lahan. Pendanaan capex akan diambil dari kas internal yang berasal dari sisa penerbitan obligasi yakni Rp 160 Miliar dan sisanya berasal dari hutang dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI).
ELSA - Divestasi saham anak usaha
PT Elnusa (ELSA) telah menjual 100% kepemilikan sahamnya di Elnusa Chairot International Ltd. kepada Salamander Energy Group Ltd senilai US$ 6 Juta. Penjualan saham tersebut dipergunakan unuk memperkuat kompetensi di bisnis intinya, yaitu jasa hulu migas yang terintegrasi.
TBLA - Capex 2012
PT Tunas Baru Lampung (TBLA) mengalokasikan belanja modal (capex) senilai Rp 1 Triliun tahun depan yang akan digunakan untuk pembangunan pabrik rafinasi gula senilai Rp 500 Miliar, pabrik CPO senilai Rp 400 Miliar, dan pembangunan dermaga Rp 100 Miliar. Pendanaan bersumber dari kas internal sebanyak 50% serta sisanya dari hutang bank.
TLKM - Realisasi buyback saham
Manajemen PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) menyatakan telah melakukan buyback saham senilai Rp 1.5 Triliun dalam program yang dimulai sejak Mei 2011 lalu. Program tersebut akan berlangsung hingga Oktober 2012 dengan dana alokasi total senilai Rp 5 Triliun.
TPIA - Pinjaman bank
PT Chandra Asri Petrochemical (TPIA) berhasil mendapat komitmen pinjaman sindikasi bank hingga mencapai US$ 150 Juta. Pinjaman tersebut bertenor 7 tahun dengan tingkat bunga 6% per tahun, akan digunakan untuk membiayai belanja modal. Awalnya manajemen menargetkan mendapat pinjaman sekitar US$ 150 Juta hingga US$ 250 Juta yang akan dialokasikan untuk meningkatkan produksi kimia. Saat ini TPIA juga tercatat memiliki hutang obligasi senilai US$ 250 Juta.