Daily News 28/11

November 28, 2011 No. 144
ANTM - Rencana emisi obligasi

PT Aneka Tambang (ANTM) berencana menerbitkan obligasi tahap I dengan total nilai Rp 1.5 Triliun yang terdiri dari 2 seri. Obligasi seri A memiliki kupon berkisar 8.37% hingga 9.75% dengan tenor 7 tahun sedangkan obligasi seri B memiliki kupon berkisar 9% hingga 9.75% dengan tenor 10 tahun. PT Jamsostek menyatakan siap membeli obligasi ANTM yang bertenor 10 tahun senilai Rp 600 Miliar.
ASRI - Rencana emisi obligasi global
PT Alam Sutera Realty (ASRI) tengah mengkaji untuk menerbitkan obligasi global senilai US$ 200 Juta yang dicatatkan di Singapura. Untuk menerbitkan obligasi global senilai US$ 200 Juta, ASRI harus meningkatkan ekuitas terlebih dahulu. Pada hari Jumat kemarin, ASRI telah mendapatkan persetujuan RUPSLB untuk menerbitkan maksimal 10% saham baru tanpa HMTED senilai Rp 399 per lembar saham. Dari penerbitan saham baru tersebut, ASRI diperkirakan memperoleh Rp 700 Miliar. Pemilihan penerbitan obligasi global disebabkan karena jaminan yang diberikan berupa corporate guarantee, sedangkan obligasi Rupiah meminta jaminan aset yang merupakan aset jualan perseroan.
BYAN - Kontrak pasokan Kaltim Supacoal
White Energy (WE) menyatakan PT Bayan Resources (BYAN) melanggar perjanjian kesepakatan pembentukan perusahaan patungan, PT Kaltim Supacoal (KS), termasuk posisi BYAN sebagai pemasok batubara KS. BYAN dan WE tercatat masing-masing memiliki 49% dan 51% saham KS yang mengoperasikan fasilitas coal upgrading. Dalam kesepakatan awal, BYAN akan memasok 1 juta ton batubara per tahun, namun tidak merealisasikannya karena mendapat harga yang lebih baik untuk pasar ekspor. BYAN memiliki waktu 7 hari untuk menyelesaikan pelangaran perjanjian tersebut. Untuk menjaga kelangsungan usaha KS, BYAN berencana menjual 49% sahamnya senilai US$ 45 Juta kepada WE sebagai syarat untuk melanjutkan pasokan batubara. Manajemen WE tidak puas atas tawaran tersebut dan tengah mempertimbangkan untuk menempuh jalan hukum.
PBRX - Garap pasar lokal
PT Pan Brothers (PBRX) bersiap memasarkan merek sendiri setelah selama ini menjadi pemasok produsen merek-merek terkenal di dunia. Dengan meluncurkan brand sendiri PBRX berencana mulai menggarap pasar domestik pada tahun 2013 karena melihat pertumbuhan industri fashion di Indonesia sangat pesat.
TBLA - Target pendapatan
PT Tunas Baru Lampung (TBLA) menargetkan pendapatan 2012 mencapai mencapai Rp 5 Triliun. Target lebih tinggi 20% dibanding target tahun ini karena perusahaan mendapatkan tambahan produksi dari lahan seluas 10.000 Ha sehingga total luas lahan yang menghasilkan mencapai 50.000 Ha.