Daily News 30/11

November 30, 2011 No. 146
ADRO - Pembayaran klaim pelanggan

PT Adaro Energy (ADRO) melakukan pembayaran klaim pelanggan senilai US$ 153 Juta pada Agustus 2011 lalu seiring dengan kondisi force majeure yang mengakibatkan penangguhan pengiriman batubara kepada 3 pelanggan pada 2009 lalu. Kondisi force majeure diakibatkan oleh peraturan Kementrian ESDM pada tahun 2008 yang meminta seluruh produsen batubara di Indonesia melakukan negosiasi kontrak harga penjualan untuk menyesuaikan dengan harga pasar. Tuntutan ketiga pelanggan ADRO diajukan kepada badan Arbitrase dengan nilai tuntutan US$ 399 Juta. Seiring dengan pembatalan tuntutan dari salah satu pelanggan serta negosiasi lanjutan maka disepakati pembayaran klaim senilai US$ 153 Juta. Seiring dengan pembukuan transaksi pembayaran tersebut, ADRO membukukan kenaikan beban lain-lain sebesar 67.4%Yoy menjadi US$ 246.64 Juta pada 9M 2011 Vs US$ 147.29 Juta pada 9M 2010 lalu. ADRO membukukan kenaikan laba bersih 9M 2011 sebesar 96.5%Yoy menjadi US$ 376.05 Juta.
GIAA - Rencana penjualan saham oleh underwriter
Ketiga penjamin emisi Utama IPO PT Garuda Indonesia (GIAA), PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Securities, dan PT Danareksa Sekuritas berencana menjual saham GIAA dibawah harga IPO (Rp 750 per lembar saham) kepada investor strategis dalam bentuk block sale untuk meminimalisasi kerugian. Kementrian BUMN menyatakan tidak keberatan terhadap rencana penjualan saham GIAA dari ketiga underwriter tersebut.
HRUM - Jadwal ulang pengiriman batubara
PT Harum Energy (HRUM) telah menghubungi pembeli batubara perseroan soal kemungkinan penjadwalan ulang pengiriman batubara menyusul ambruknya jembatan Kutai Kartanegara (Kukar). HRUM memastikan pengiriman November 2011 tidak terganggu karena telah dikirim sebelum persitiwa ambruknya jembatan Kukar.
MPPA - Ekspansi ke wilayah timur Indonesia
PT Matahari Putra Prima (MPPA) berencana membangun gerai Hypermart di enam kota di kawasan timur di Indonesia. Total nilai investasi pembangunan gerai akan mencapai sekitar Rp 180 Miliar. MPPA akan memenuhi kebutuhan belanja modal dengan kas internal.
MYOR - Alokasi belanja modal
PT Mayora Indah (MYOR) mengalokasikan belanja modal (capex) pada tahun 2012 senilai US$ 70 Juta yang akan digunakan untuk pembangunan pabrik, membeli mesin produksi dan infrastruktur. Sumber pendanaan akan berasal dari hutang bank dan laba perseroan.
SMCB - Alokasi belanja modal
PT Holcim Indonesia (SMCB) mengalokasikan dana belanja modal mencapai US$ 200 juta tahun depan untuk mendukung pembangunan pabrik semen baru di Tuban (Jawa Timur). Sumber dana capex berasal dari kas internal. Pabrik tersebut ditargetkan selesai pada 2013 dan akan memiliki kapasitas produksi 1.7 juta ton semen per tahun dengan nilai investasi total mencapai US$ 400 Juta. Saat ini kapasitas produksi SMCB mencapai 8.3 juta ton semen per tahun.